WHO: Mentimun Maut Dipicu Varian Baru Bakteri

WHO: Mentimun Maut Dipicu Varian Baru Bakteri
WHO: Mentimun Maut Dipicu Varian Baru Bakteri
Setelah menemukan jenis bakteri yang membuat panik dan waswas sembilan negara Eropa itu, WHO berusaha mencari tahu penyebab lahirnya jenis E. coli baru tersebut. Menurut Kruse, bakteri sangat jarang mengalami mutasi terus menerus. "Tidak biasanya bakteri semacam E. coli berevolusi dan bertukar gen terus menerus," ungkapnya.

Kendati demikian, keanehan semacam itu kadang terjadi. "Dunia bakteri memang sangat dinamis. Setiap saat bisa terjadi perubahan. Dan, bakteri pada manusia serta hewan memang seringkali bertukar gen," ucap dokter perempuan tersebut. Fenomena itulah yang membuat manusia sering terinfeksi virus yang semula hanya menyerang binatang. Contohnya, wabah virus Ebola beberapa waktu lalu.

Dia mengimbau para pakar untuk meneliti kesehatan hewan ternak di Eropa. Sebab, belum tentu wabah E. coli berasal dari mentimun atau selada dan tomat. "Kita patut mencurigai faktor binatang. Bisa jadi E. coli itu berasal dari pupuk kandang yang digunakan sebagai rabuk tanaman," jelasnya.

Untuk mencegah meluasnya wabah E. coli yang semula menjangkiti warga di utara Jerman itu, negara-negara Eropa mengimbau agar warganya menghindari makanan mentah. Terutama mentimun, tomat, dan selada. Pemerintah Rusia pun kemarin menghentikan seluruh impor sayuran dari Uni Eropa (UE). Jika terpaksa harus mengonsumsi sayuran atau buah mentah, warga diminta mencuci dengan seksama. Bila perlu, buah dan sayuran mentah dikupas lebih dulu sebelum disantap.

LONDON - Teka-teki soal kasus mentimun maut yang  sejauh ini telah merenggut 18 nyawa di Eropa akhirnya terkuak.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News