Wiranto Sebarkan Ilmu dari Soeharto

Wiranto Sebarkan Ilmu dari Soeharto
Wiranto saat memberi sambutan pada peluncuran buku berjudul "Tujuh Tahun Menggali Pemikiran dan Tindakan Pak Harto" di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (11/3) malam. Foto : Arundono Wicaksono/JPNN
Jika Soeharto selama ini dikenal sebagai sosok yang antikritik dan tidak demokratis, Habibie justru memberi penilaian berbeda. Pernah pada tahun 1975, Habibie sebagai Menristek baru saja selesai menyusun roadmap pengembangan industri strategis Indonesia. Namun Habibie menolak menyerahkan hasil pemikirannya itu ke Menteri Perindustrian M Jusuf.

Kabar penolakan Habibie itu ternyata sampai di telinga Presiden Soeharto. Habibie pun dipanggil dan ditanya mengapa tak mau menyerahkan kajiannya itu. Padahal, M Jusuf adalah salah satu tokoh militer yang kuat.

Soeharto pun memaksa Habibie menyerahkan hasil kajiannya itu. Demi mendengar permintaan Soeharto, Habibie langsung berdiri dan menyerahkan roadmap pengembangan industri strategis Indonesia hingga tahun 2000 itu. "Saya bilang, saya serahkan ini. Tapi saya tak mau turut campour. Silakan urus sendiri," ucap Habibie mengenang pengalamannya.

Ternyata Soeharto sama sekali tidak tersinggung ataupun marah dengan sikap Habibie. Sembari membuka-buka roadmap hasil kajian Habibie, Soeharto justru meminta Habibie tetap bekerja. Bahkan Soeharto mengizinkan Habibie berkarya sesuka hati.

JAKARTA - Mantan Panglima ABRI, Wiranto, membukukan pengalamannya selama 7 tahun sebagai ajudan Presiden Soeharto. Buku berjudul "Tujuh Tahun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News