WNI dari 28 Negara Ketemu di Belanda: Eropa Tetap Jokowi

WNI dari 28 Negara Ketemu di Belanda: Eropa Tetap Jokowi
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat menghadiri panen jagung di Gorontalo, Jumat (1/3). Foto: Biro Pers Setpres.

jpnn.com, JAKARTA - Dukungan untuk pasangan capres dan cawapres Jokowi - Ma'ruf Amin tidak hanya muncul di tanah air, melainkan kian masif dari berbagai belahan dunia. Setelah merambah kawasan Asia, kali ini datang dari WNI yang berada di Benua Biru Eropa.

Hal tersebut terlihat saat kelompok masyarakat pendukung paslon 01 menggelar temu akbar relawan se-Eropa pekan kemarin. Acara dihelat di kawasan Grand Slam, Event Plaza, Rijswijk, Belanda.

Relawan ini menamakan dirinya Eropa Tetap Jokowi (ETJ). Para relawan ETJ terdiri dari WNI dan Diaspora Indonesia yang tinggal di 28 negara Eropa.

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Temu Akbar Relawan se-Eropa, Latif Gau mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1000 orang. Dalam kesempatan itu, mereka juga berkesempatan melakukan video call dengan Jokowi. “Termasuk dengan Pak Luhut (Binsar Panjaitan),” kata Latif lewat keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (5/3).

(Baca yang ini juga ya: Survei Terbaru Roy Morgan: Jokowi akan Kembali jadi Presiden)

Gairah temu akbar relawan se-Eropa ini sangat besar. Terbukti, dari kuota 1.200 peserta maksimum, mereka yang mendaftar acara ini mencapai 1.400
orang. “Banyak yang tidak bisa masuk ruangan. Kapasitasnya terbatas, hanya 1.200 orang,” ujar Latief.

Dia menjelaskan, acara temu akbar relawan bertujuan untuk konsolidasi dan koordinasi relawan di Eropa, juga menjembatani kerinduan warga Indonesia di Eropa untuk berbincang dengan Presiden Joko Widodo.

"Dalam perbincangan dengan Jokowi, kami memberikan masukan terkait visi Nawacita Jilid 2 Jokowi. Dengan menyesuaikan dinamika global khususnya di Eropa," pungkas Latief. (*/adk/jpnn)


Dalam Temu Akbar Relawan se-Eropa di Belanda itu para WNI sempat melakukan video call dengan Jokowi.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News