Minggu, 21 April 2019 – 23:38 WIB

WNI di Markas PBB Dukung Prabowo, BPN: Bukan Perintah Kami

Selasa, 12 Februari 2019 – 18:26 WIB
WNI di Markas PBB Dukung Prabowo, BPN: Bukan Perintah Kami - JPNN.COM

Ahmad Riza Patria. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di markas Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB, di New York, Amerika Serikat menjadi viral.  

Belakangan, Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York dalam akun Twitter-nya, @indonesiaunny, menyatakan pria tersebut bernama Tantan Taufik Lubis. PTRI juga menyatakan yang bersangkutan bukan diplomat, staf PTRI New York, dan delegasi Indonesia untuk pertemuan resmi PBB di New York.

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno atau BPN Prabowo – Sandi, Riza Patria mengatakan bahwa kalau ada yang mendukung capres nomor urut 02 di mana pun tempatnya itu urusan pribadi. BPN tidak mengatur jangan mendukung di sana dan di sini.

“Termasuk jika ada aktivis tiba-tiba mendukung di ruang sidang PBB itu bukan wilayah kami, itu hak dan tanggung jawab yang bersangkutan. Jadi, bukan perintah kami, bukan permintaan kami,” kata Riza di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).

Dia mengatakan, di beberapa acara kampanye Jokowi juga ada yang menunjukkan simbol dua jari. Menurut Riza, ketika hati nurani maunya Prabowo – Sandi lalu dipaksa-paksa ke Jokowi hingga akhirnya masyarakat menunjukkan dukungan dengan simbol dua jari, itu hak pribadi orang per orang.

“Jadi, kami tidak bisa melarang. Kami juga tidak pernah melarang siapa pun mau pindah ke Pak Jokowi. Silakan, kami hormati, kami hargai, karena inilah negara demokrasi. Kita bangun demokrasi yang berkualitas untuk saling menghargai, dan menghormati satu sama lain,” katanya.

Terkait Tantan yang disebut bukan delegasi resmi, Riza menyatakan bahwa itu adalah dukungan orang per orang. Pihaknya tidak bisa mengatur seluruh warga, yang kebetulan sedang ada acara di sana sehingga ingin menunjukkan dukungan.

“Mungkin dimaksudkan untuk kepentingan internal, tapi jadi viral biarlah (urusan) pribadi-pribadi dan menjadi tanggung jawab masing-masing,” kata Riza.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar