WOW! Penyiar Radio Pemberontakan Di Surabaya Diburu Belanda, Hadiahnya...(2)

WOW! Penyiar Radio Pemberontakan Di Surabaya Diburu Belanda, Hadiahnya...(2)
K'Tut Tantri dikelilingi wartawan, Desember 1945. Foto: Revolt In Paradise.

Keesokan harinya, Radio Pemberontakan di Jl. Mawar ditutup.  Perlengkapan pemancar disimpan di sebuah rumah yang dirahasiakan. 

Tetap Mengudara

Dikawal tiga orang TKR, Tantri dibawa ke Bangil naik jip. Di sana sudah disiapkan pula pemancar. 

Dari Bangil, Radio Pemberontakan berbahasa Inggris kembali mengudara.  

Jadi, Bung Tomo siaran dalam bahasa Indonesia dari Malang, Tantri siaran dalam bahasa Inggris dari Bangil.

"Sekali atau dua kali dalam seminggu, dia (Bung Tomo--red) datang ke Bangil," kenang Tantri. "Kami mengadakan siaran bersama."

Menurut cerita Tantri, setiap usai siaran, mereka duduk melingkar api unggun. Kadang saling berbagi cerita, kadang bernyanyi bersama. 

Ada yang mojok nggak ya? Entah! Revolusi sih revolusi. Tapi, bagaimana pun, mereka anak muda biasa.

SURABAYA ditinggalkan. Sementara waktu biarlah ia menjadi kota kenangan.  Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network ======= Setelah tiga hari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News