WOW! Penyiar Radio Pemberontakan Di Surabaya Diburu Belanda, Hadiahnya...(2)

WOW! Penyiar Radio Pemberontakan Di Surabaya Diburu Belanda, Hadiahnya...(2)
K'Tut Tantri dikelilingi wartawan, Desember 1945. Foto: Revolt In Paradise.

Sembari itu, mereka putar gelombang mencari siaran tak resmi yang biasa menghembuskan propaganda antirepublik. 

Sekali waktu, radio kaki tangan Belanda itu mengumumkan: Kepada yang menyerahkan K'Tut Tantri, penyiar Radio Pemberontakan ke markas Belanda di Surabaya, dapat hadiah 50 ribu gulden.

Siaran itu menarik perhatian para muda-mudi gerilya itu. 

Biasanja kami tidak merepotkan diri untuk mendjawab siaran Belanda. ketjuali djika ada hal jang sungguh2 perlu ditangkis. Tapi kali ini kami merasa geli. Aku berkumandang di udara memanggil pemantjar Belanda itu, menjebut namaku dan menjatakan...

Tuan2 tahu, bahwa gulden Belanda tidak berharga sekarang di Indonesia? Kami mempunjai uang sendiri.

Hijrah Lagi

Beberapa pekan di Bangil, pesawat terbang mulai berputar-putar. Mereka memutuskan pindah ke sebuah tempat di belakang Mojokerto. 

Dalam kegelapan malam, barang-barang dan perkakas pemancar radio dikemas. 

SURABAYA ditinggalkan. Sementara waktu biarlah ia menjadi kota kenangan.  Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network ======= Setelah tiga hari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News