JPNN.com

Ungkap Pelaku Penembakan Pendeta di Intan Jaya Papua

Yan Mandenas Minta Panglima TNI Segera Bentuk Tim Investigasi Gabungan

Rabu, 23 September 2020 – 23:46 WIB
Yan Mandenas Minta Panglima TNI Segera Bentuk Tim Investigasi Gabungan - JPNN.com
Anggota Komisi I DPR Yan Permenas Mandenas menyerahkan kronologis insiden penembakan Pendeta Yeremias di Intan Jaya, Papua kepada Panglima TNI saat Raker dengan Komisi I DPR, Rabu (23/9/2020). Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Membidangi Urusan Pertahanan, Yan Permenas Mandenas meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membentuk tim investigasi gabungan untuk mengungkap kasus meninggalnya Pendeta Yeremias Zanambani, di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 September 2020 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Yan Mandenas saat rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu (23/9/2020) di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Anggota DPR dapil Papua itu mengaku terdapat beberapa kronologis yang berbeda yaitu versi aparat keamanan, pemerintah Intan Jaya, masyarakat dan keluarga.

“Ini terdapat versi berbeda, dari aparat penegak hukum mengatakan kelompok kriminal yang sebagai pelaku penembakan, namun versi masyarakat dan pemerintah daerah berbeda, yaitu anggota TNI diduga pelakunya. Kronologis dari masyarakat sudah saya terima dan sudah saya serahkan langsung kepada Panglima TNI saat rapat resmi Komisi I DPR yang juga dihadiri Wakil Menteri Pertahanan,” ungkapnya.

Yan Mandenas yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra ini berharap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menindaklanjuti kronologis yang diberikannya dari aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah. Hal ini dapat menjadi masukan yang berimbang sebagai bahan investigasi. Selain itu juga mampu menepis informasi simpang siur terhadap penembakan yang menewaskan alm. Pdt Yeremias Zanambani.

“Termasuk kepada Kepala Staf Angkatan Darat (TNI AD) sudah saya sampaikan dan  meminta langsung kepada beliau agar memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi yang mendalam,” tegas Yan.

Yan mengingatkan jangan ada kebohongan dalam penelusuran fakta yang terjadi. “Saya minta dipaparkan ke publik. Yang benar dan yang salah harus kita sampaikan. Tidak boleh kita tutup-tutupi. Jika benar anggota TNI yang bersalah, harus berani kita sampaikan salah,” harapnya.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri