Rabu, 14 November 2018 – 10:20 WIB

Yusuf Supendi Meninggal Dunia, Bu Mega & PDIP Sangat Berduka

Jumat, 03 Agustus 2018 – 13:18 WIB
Yusuf Supendi Meninggal Dunia, Bu Mega & PDIP Sangat Berduka - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) KH Yusuf Supendi meninggal dunia di usia 60, Jumat (3/8) sekitar pukul 06.00. Sebelum meninggal, ulama kelahiran Bogor itu tercatat sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) PDI Perjuangan (PDIP).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kabar wafatnya Yusuf telah disampaikan kepada ketua umum partainya, Megawati Soekarnoputri. “Beliau (Megawati, red) menyampaikan dukacita yang mendalam dan (mendoakan) semoga almarhum khusnulkhatimah," katanya.

Lebih lanjut Hasto menceritakan tentang sosok Yusuf. Menurutnya, sudah selama tiga bulan ini PDIP berkomunikasi secara intensif dengan tokoh kelahiran 15 Mei 1958 itu.

Dua hari lalu, tutur Hasto, lulusan Universitas Ibnu Saud, Riyadh, Arab Saudi itu dengan penuh semangat menceritakan dukungan masyarakat Bogor atas keputusannya menjadi caleg PDIP. Hasto dan Yusuf juga sempat membahas rencana peringatan Hari Raya Iduladha 1439 H.

"Beliau sendiri sudah memilih sapi yang akan dijadikan sebagai hewan kurban," kata Hasto.

Menurut Hasto, kenangannya yang mendalam tentang Yusuf adalah sosoknya yang tawaduk, santun dan bersahaja. “Berbagai ungkapan suara hati almarhum mengapa bergabung ke PDI Perjuangan sudah kami rekam secara khusus. Rekaman tersebut menjadi kenangan yang begitu berharga bagi kami," katanya. 

Politikus asal Yogyakarta itu menegaskan, Yusuf sudah menjadi bagian dari keluarga besar PDIP. Karena itu, PDIP memberikan penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai sosok yang berprinsip, saleh, sederhana,dan menjadi teladan dalam moralitas sebagai seorang politikus.

Hasto mengungkapkan, PDIP sedianya pada hari ini akan menggelar pembekalan bagi seluruh tokoh agama yang baru bergabung ke partai pemenang Pemilu 2014 itu termasuk Yusuf Supendi dan Kapitra Ampera serta 14 peserta lainnya. "Acara pelatihan kami tunda untuk memberikan penghormatan terhadap almarhum," ujar Hasto.(boy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar