Senin, 21 April 2014 | 15:09:02
Home / Nasional / Hukum / Majelis Hakim Kasus Antasari Sulit Jadi Hakim Agung

Senin, 05 September 2011 , 15:12:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi  Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki menyatakan, masa depan karir majelis hakim persidangan mantan ketua KPK, Antasari Azhar  akan sulit sebagai calon hakim agung karena mereka sudah tercatat melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Hal ini terkait pernyataan ketua MA, Harifin Andi Tumpa sebelumnya yang mengatakan, segera mengirimkan penolakan atas rekomendasi Komisi Yudisial (KY) untuk me-nonpalu-kan hakim kasus Antasari Azhar seusai lebaran. Meskipun belum diplenokan oleh seluruh pimpinan,  Harifin meyakini rekomendasi KY tersebut ditolak.

Majelis hakim tersebut yakni, Herry Swantoro, Ibnu Prasetyo dan Nugroho Setiadji. Saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mereka memvonis Antasari Azhar 18 Tahun penjara dalam kasus pembunuhan Direktur Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnain.

Menurut Suparman, KY selaku pihak yang berwenang menyeleksi calon Hakim Agung, akan menimbang latar belakang maupun rekam jejak para calon Hakim Agung untuk melihat catatan buruk dalam karirnya, termasuk adakah catatan pelanggaran kode etik yang ditemukan KY terhadap calon tersebut.

"Patut diperhitungkan, konsekuensinya karir hakim itu tidak sampai hakim tinggi, karena seleksi hakim agung kan melalui KY. Kalau dia mendaftarkan diri, recordnya akan dibuka semua," kata Suparman kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/9).

Diketahui, KY menemukan indikasi kuat pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh tiga Hakim yang menyidangkan perkara Antasari Azhar di tingkat peradilan pertama, yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

KY lalu merekomendasikan ke MA, untuk menjatuhkan hukuman hakim non-palu bagi ketiga hakim tersebut selama enam bulan. Serta dibentuknya Majelis Kehormatan Hakim (MKH). (kyd/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar