| RELATED NEWS |
Kami tidak menduga, Jakarta Utara sendiri, lebih dari 171 RT yang mendaftar. Wilayah lain tidak kalah banyaknya. Total di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, lebih dari 500 titik. Kami tetap open, RT manapun yang ingin berpartisipasi, kami buka seluas-luasnya. Tetapi, dari sekian banyak peserta yang mendaftar, kami lakukan verifikasi, mana yang layak diikutkan dalam proses penjurian maupun yang tidak.
Yang layak, langsung dicatat, dipantau “before and after”-nya, dan dijuri secara khusus oleh tim. Yang belum layak, karena banyak poin-poin yang belum tersedia di RT itu, tetap akan kami perlombakan untuk memperbutkan hadiah khusus. Antusiasme mereka tetap akan kami apresiasi. Semangat mereka untuk menata kawasannya sendiri akan tetap kami pantau dengan cermat.
Tiga bulan memang bukan waktu yang pendek buat warga bekerja bakti, tetapi sesungguhnya juga bukan waktu yang panjang untuk aktivitas lingkungan hidup. Mengapa tiga bulan? Itu karena kami ingin membangun budaya, melanggengkan tradisi, agar kegiatan ini sustainable. Bukan gara-gara tergiur oleh hadiah total Rp 720 juta, yang merupakan kerjasama antara Bank Mandiri, INDOPOS dan Pemprov DKI.
Terus terang, kami juga kaget dengan local wisdom di beberapa RT-RW yang selama tiga minggu ini dimuat di media ini. Ada manajemen sampah, komposting, sentra tanaman toga, kerajinan dari barang-barang bekas, dari sampah plastik, kaleng, ada pemberdayaan saluran air untuk budidaya lele, ada pergola dan lainnya yang dilakukan bersama-sama oleh warga satu kompleks. Silakan di klik di www.indopos.co.id jika ingin memantau aktivitas mereka.
Kami juga kaget, beberapa pejabat dan tokoh masyarakat bakal ikut menyemarakkan acara kerja bakti warga ini. Di Jakarta Utara misalnya, pagi ini Walikota Bambang Sugiyono ikut turun ke lapangan, memberi motivasi kepada warganya. Kemarin, Wawalikota Jakarta Selatan, Syamsudin Noor juga menyempatkan diri untuk beramai-ramai kerja bakti.
Kami semakin optimis, even ini bakal memberi kontribusi positif untuk mempercantik wajah Kota Jakarta. Semoga, kota Jakarta semakin cantik, tidak hanya indah di Jalan Sudirman Thamrin, tetapi juga menawan di gang-gang kecil di RT-RW. Semoga, tradisi gotong royong dan bersosial kembali menguat justru dari ibu kota. Semoga gerakan rakyat yang bottom up ini betul-betul memancarkan spirit dari-oleh-untuk masyarakat. Selamat bekerja bakti! (*)
(*) Penulis adalah Pemred-Direktur Indopos, dan Wadir Jawa Pos.