Sabtu, 01 November 2014 | 08:10:08
Home / Jabodetabek / TIM Gelar Pameran Energi Bung Karno

Sabtu, 23 Juni 2012 , 01:05:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Momentum Bulan Bung Karno pada Juni ini terus dimanfaatkan untuk menyebarkan ide dan paham yang dicetuskan Proklamator RI itu. Berbagai media pun digunakan untuk menyebarkan ide-ide besar Soekarno, termasuk melalui karya seni.

Sejumlah seniman pun tak ketinggalan untuk ikut memperingati bulan Bung Karno dengan memamerkan karya-karya mereka yang bertemakan sosok pendiri bangsa yang kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901 itu di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat. Di antara seniman yang memajang karyanya di TIM adalah Patrick C Wowor, Nester Sinaga, Sumarwan, Duvrart Angelo dan Her Resmadi.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani yang berkesempatan membuka pameran seni bertema "Energi Bung Karno" di Galeri Cipta TIM Jumat (22/6), mengatakan bahwa media seni pun bisa dimanfaatkan untuk menularkan ide dan semangat pendiri bangsa yang dikenal dengan julukan "Putra Sang Fajar" itu. "Bung Karno adalah milik bangsa ini. Dengan pameran ini, kami percaya bahwa energi Bung Karno takkan pernah pupus," kata Puan.

Lebih lanjut cucu Soekarno yang kini memimpin Fraksi PDP DPR itu menambahkan, Bung Karno sebagai seorang insinyur juga telah meletakkan tongga-tonggak penting yang menjadi penanda bagi kebanggaan nasional. Sebut saja Masjid Istiqlal, Monas dan juga gedung DPR RI.

"Kesemuanya itu menjadi warusan Bung Karno yang menuangkan hasrat seninya menjadi landmark-andmark di Indonesia," ucap Puan di acara yang juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hassan, pengamat politik Sukardi Rinakit dan calon Duta Besar RI untuk Italia, August Parengkuan itu.

Selain itu, Bung Karno saat menjalani masa pembuangan di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menghasilkan sejumlah karya seni seperti lukisan dan naskah tonil. Puan menyebutkan bahwa kakeknya itu menulis 13 naskah tonil saat menjalani pengasingan di Ende. Karya tonil itu biasa dipentaskan di Gedung Imakulata milik gereja Katholik di Ende.

Selain itu, kata Puan, lukisan-lukian Bung Karno juga sarat makna. Misalnya, kata putri Megawati Soekarnoputri itu, lukisan Bali yang juga karya Bung Karno saat di Ende. "Itu dijiwai semangat, ide, gagasan bahkan panggilan kepada rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan," ucapnya.

Sedangkan Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan yang juga hadir pada acara itu mengatakan bahwa pemerintah memberi apresiasi atas pameran "Energi Bung Karno" itu. Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, Bung Karno adalah sosok besar yang tidak dipungkiri jasanya bagi negeri ini. "Bung Karno itu milik semua anak bangsa," ucapnya.(ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar