Selasa, 30 September 2014 | 18:52:33
Home / Pendidikan / PGRI Perjuangkan Nasib Guru Swasta dan Honorer

Senin, 26 November 2012 , 22:17:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) saat ini tengah memperjuangkan agar guru swasta dan honorer (guru non-PNS) mendapatkan kesejahteraan yang wajar serta perlindungan dalam menjalankan tugasnya.

Ketua PB PGRI, Sulistyo mengatakan, pembinaan kompetensi yang paling menyedihkan selama ini menimpa guru honorer dan swasta (Guru non-PNS). Secara kepegawaian, mereka tidak memiliki status yang jelas, apalagi jabatan dan kepangkatan yang hingga kini belum diatur.

"Kesejahteraannya tidak memperoleh perhatian yang wajar. Bahkan, selama ini pemerintah dan pemerintah daerah, jelas-jelas melanggar UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen," kata Sulistyo di kantornya, Senin (26/11).

Dikatakan, dalam pasal 14 Ayat (1) huruf a UU Guru dan Dosen menyatakan bahwa, guru berhak mendapatkan penghasilan diatas kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial.

Hal ini, lanjutnya, sudah diusulkan kepada pemerintah, agar guru non PNS mendapat perhatian. Guru honorer dan swasta perlu dilakukan penilaian kinerja, diatur kepangkatan dan jabatannya.

"Saat ini masih dalam proses pembahasan. Guru non PNS juga harus diberikan pembinaan profesi dan kompetensi, penuhi hak-haknya dan mendapat perlindungan dalam menjalankan tugas," tegas Sulistyo.(fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.12.2013,
        20:08
        sugiyanto prayitno
        kalau tidak bisa menjamin kami pemerintah harus berani mem PHK masal guru honorer tapi nyatanya tidak berani takut kacau
      2. 06.12.2013,
        19:57
        sugiyanto prayitno
        pak lis kapan ya honorer mendapat perhatian pemerintah
      3. 04.05.2013,
        19:18
        intihak
        Pemerintah mungkin menganggap kami sebagai guru tidak kompeten, tapi dalam hati dan tindakan kami selalu berjuang untuk mencerdaskan bangsa
      4. 13.03.2013,
        21:15
        mohammad tantowi
        tolong budaya oemar bakrie hilangkan, sejahterakanlah guru, supaya sang guru tersebut fokus mendidik anak bangsa dgn sunggug-sungguh,
      5. 12.03.2013,
        19:53
        Yusup tajiri
        Pak tolong tindak . Banyak potongan uang BOS . Pak jangan percaya sama SPJ .itu bohong. From mobile
      6. 08.03.2013,
        22:18
        sri lestari budiningsih
        Yth.bpk Ketua PB PGRI,Sulistyo
        kami mohon perjuangkan nasib guru honorer swasta,agar kami lebih semangat dalam mendidik siswa-siswi kami.
      7. 08.03.2013,
        22:18
        sri lestari budiningsih
        Yth.bpk Ketua PB PGRI,Sulistyo
        kami mohon perjuangkan nasib guru honorer swasta,agar kami lebih semangat dalam mendidik siswa-siswi kami.
      8. 13.02.2013,
        12:35
        Hamrin lasiang ss
        Yth.bpk Ketua PB PGRI,Sulistyo Trimakasih atas perhatiannya memperjuangkan nasib guru honorer swasta,kami slalu mendukung bpk Do'a maupun usaha
      9. 13.02.2013,
        11:17
        suwardi
        'bejo
        kasian ya anak sekolah skrg, gurunya lbih memikirkan duit dr pada mereka'
        jgn asal ngomong! anda hrs sdri guru juga manusia yg butuh mkn
      10. 11.02.2013,
        10:03
        hadi winarto
        pak tolong untuk guru honor,di perhatikan terutama Gajih,ya minimal sesuai dengan UMR lampung tengah terima kasih