Selasa, 16 September 2014 | 11:58:04
Home / Berita Daerah / Sumut / Konflik Lahan juga Diteriakkan

Selasa, 30 April 2013 , 09:21:00

BERITA TERKAIT

MEDAN - Humas Front Perjuangan Rakyat Tertindas (FPRT) dan Ketua Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Sumut, Ahmadsyah mengatakan, ada 2.000 massa buruh akan melakukan aksi pada May Day nanti.

Titik kumpulnya di Padang Hijau dan Bundaran Mayestik, Medan, dilanjutkan orasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut (DPRD Sumut). Lalu melanjutkan ke Kantor Gubsu.

"Ada 20 front yang bersatu melakukan aksi yang sekitar 2.000 massa melakukan orasi nantinya. Ada 19 tuntutan yang kita minta kepada DPRD Sumut dan Gubsu," ucapnya di Sekretariatan Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI), di Jalan Brgjen Katamso, Gang Merdeka no 20 Medan, Senin (29/4).

Misalkan, dalam tuntutan mereka, pada kelompok Tani Maju Jaya, Sei Mencirim memperjuangkan hak atas pengusaha tanah 560 Ha dan kemudian kelompok tani yang bergabung di KTM memperjuangkan lahan eks HGU PTPN II seluas 3.873,06 untuk segera didistribusikan pada kaum tani.

Selain itu juga, lanjutnya, pada pendidikan yang mahalnya biaya pendidikan khususnya anak-anak buruh dan tani. Demikian juga pada miskin kota. "Itu sebagian dari 19 tuntutan kita yang akan kita sampaikan pada pihak DPRD Sumut dan Gubsu," ucapnya seperti diberitakan Sumut Pos (Grup JPNN).

Dalam melakukan orasi nanti,  Ahmadsyah mengatakan, memberikan surat kepada DRPD Sumut. Selain itu melakukan treatikal dan melakukan nyanyian saat melakukan aksi nantinya.

Erwin Manalu, sebagai anggota Kontras Sumut mengatakan, dengan adanya ke 19 persoalan itu merupakan tuntutan dari persoalan rakyat. "Misalkan persoalan tani, sekolah, guru. Untuk itu momen tertentu ini menjadi  masalah rakyat yang semua harus bersatu," kata dia.

Sedangkan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM berharap agar pengusaha, buruh dan pemerintah bisa bersinergi dalam menangani berbagai konflik yang ada di dalam perusahaan, maka persoalan buruh tidak akan terjadi lagi. Untuk itu  harus terus dibina kebersamaan dan sinergitas  tersebut sehingga terbangun jembatan hati diantara pengusaha, buruh dan pemerintah.

"Hanya dengan sinergitas dan kebersamaan, maka kita dapat meningkatkan kesejahteraan buruh yang lebih baik lagi," kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap. (SP/sam/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 01.05.2013,
        07:17
        nasib
        data honorer kemenkeu th 2005 yg sudah masuk BKN dihilangkan begitu saja pak????
      2. 30.04.2013,
        13:21
        yahya purba
        Dalam hal yang pahit bersama tapi kalau manis mau main sendiri...ha...ha,busyet