Kamis, 21 Agustus 2014 | 15:17:13
Home / Features / Rekor dalam Hujan, Dahlan Ikut Angkat Pete

Minggu, 01 September 2013 , 06:16:00

DAHLAN CHICKEN- Meneg BUMN Dahlan Iskan menarikan tarian khas dan unik ‘Dahlan Chicken Style’ yang diikuti puluhan ribu massa yang membanjiri Pantai Bosur Pandan, Tapteng, Sumut, Sabtu (31/8). FOTO:MARIHOT SIMAMORA/JPNN
DAHLAN CHICKEN- Meneg BUMN Dahlan Iskan menarikan tarian khas dan unik ‘Dahlan Chicken Style’ yang diikuti puluhan ribu massa yang membanjiri Pantai Bosur Pandan, Tapteng, Sumut, Sabtu (31/8). FOTO:MARIHOT SIMAMORA/JPNN

REMAJA-remaja itu tampak tak terpengaruh pada hujan yang mengguyur. Gerakan enerjik dari martumba bak penghangat dari dingin air hujan dan hembusan angin di Pantai Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Tidak di situ saja, warga Tapteng yang berkumpul di bibir pantai sepanjang 4 kilometer dari Lubuk Tukko hingga Pantai Bosur tak surut semangatnya. Semua demi rekor MURI.
-----------
Ramadhan Batubara, Tapteng
----------
Ya, Sabtu (31/8), warga Tapteng memang berniat memacahkan rekor tari masal. Sedikitnya 20 ribu warga serentak martumba, tua muda kompak dalam ceria. “Dingin, tapi demi daerah kami ini ‘gak ada masalah,” ungkap seoang peserta Martumba yang berasal dari SMAN 1 Barus.

“Daripada panas, lebih enak dingin. Biar hujan yang penting senang,” timpal rekannya yang lain dengan wajah basah dan rambutnya yang kuyup.

Begitulah, sejak pukul 13.00 mereka memang telah berkumpul di lokasi yang ditetapkan. Tak tampak mimik tak puas, remaja-remaja itu bak mendapat hiburan tersendiri dari program Pemkab Tapteng tersebut.

Apalagi martumba semakin spesial dengan kehadiran Menteri BUMN Dahlan Iskan, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, dan tentu saja sang Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang. Ketiga pejabat beserta undangan lainnya pun berbaur martomba.

“Seperti ini hanya ada di Tapteng!” teriak Dahlan melalui pengeras suara darri Pantai Bosur yang suaranya terdengar hingga ke seluruh peserta. Teriakan itu pun langsung disambut gempita peserta martomba yang berada di Pantai Pandan dan sekitarnya.

Kalimat Dahlan setali tiga uang dengan wakil dari MURI. Sebelum memberikan sertifikat rekor yang berhasil dipecahkan, perwakilan MURI mengungkapkan kalau tari masal sepanjang 4 kilometer dengan 20 ribu peserta cukup fenomenal.

“Setahu saya, tidak ada di dunia ini tarian masal sebanyak ini. Dan luar biasanya, hal ini malah tercipta di Tapteng!” ungkapnya yang langsung disambut dengan aksi melompat ke air laut oleh ratusan remaja yang berada di Pantai Pandan.

Ya, martumba merupakan salah satu tarian khas dengan mengarahkan muda-mudi dan masyarakat. “Hal ini sebagai upaya untuk membudayakan salah satu tarian khas masyarakat kepada anak-anak Tapteng sejak usia dini,” jelas Kabag Humas Tapteng Iwan RM Sinaga.

Sebelum martumba, di Pantai Kalangan digelar acara puncak Kenduri Laut. Dahlan Iskan menjadi pusat perhatian. Apalagi ketika dia ikut membantu mengangkat hasil bumi yang dibawa warga. Saat itu defile alias iring-iringan warga dari salahsatu kecamatan yang ada di Tapteng membawa hasil bumi menaiki panggung. Hasil yang dibawa cukup banyak, terletak di sebuah wadah yang harus diangkat oleh empat orang.

Dahlan yang harusnya hanya menerima hasil bumi itu dengan menyalami warga langsung turun tangan. Dia memosisikan diri di sisi depan sebelah tangan dan ‘menyingkirkan’ warga yang memegang wadah. Sambil senyum ceria dia terlihat senang mengangkat wadah yang berisikan pete, padi, durian, hingga tandan buah sawit.

Tidak sampai di situ, di iringan yang lain, Dahlan pun tak segan-segan langsung memakan buah-buahan yang dibawa warga. Dengan terang-terangan, dalam lirikan Gatot dan Bonaran, Dahlan santai memakan pisang.

“Kalau yang itu kami sebut di sini terong penjajah, Pak,” ungkap pembawa acara ketika melihat Dahlan memperhatikan terong Belanda yang dibawa warga.

Dahlan pun langsung ngakak. Tanpa sungkan, dia pun langsung mengambil satu buah dan mengantunginya.

Setelah menerima iring-iringan warga, para undangan menikmati makan bersama sambil duduk lesehan. Sebelum makan bersama, Dahlan beserta Gatot, Bonaran, dan Wakil Bupati Tapteng Sukron Tanjung diupa-upa atau ditepungtawari pemuka adat yang ada di Tapteng.

Dalam tepungtawar ini, para pemuka adat berharap pada pejabat yang mereka berkati terus berupaya memperbaiki bangsa dan negara. Dan, tentu saja, meminta para pejabat agar jangan lupa dan terus memajukan Tapteng.

Kesuksesan acara puncak HUT ke-68 Tapteng membuat Bonaran, sang bupati tak bisa menutupi mimik puasnya. Bupati yang mencoba arah berbeda dari pendahulunya dalam memajukan Tapteng yakni melalui pariwisata itu begitu sumringah.

Jauh sebelum acara, dalam perbincangan dengan Sumut Pos (Grup JPNN), Bonaran secara terang-terangan mengungkapkan niatnya untuk menggelar acara sebanyak mungkin di Tapteng. Alasannya hanya satu yakni untuk memperkenalkan Tapteng secara nasional bahkan internasional. Itulah sebab, agenda demi agenda ia gagas.

“Sederhana saja, untuk menikmati sejuta pesona Tapteng dibutuhkan jalan yang bagus, maka fasilitas jalan harus dibenahi dan sekarang sudah terlihat pergerakannya. Selain itu, masyarakatnya harus pintar dan berwawasan luas. Artinya, masyarakat harus sekolah dan sekarang telah diberikan pendidikan gratis dan bermutu. Dengan kata lain, untuk menjadi negeri wisata, Tapteng harus berubah drastis dan siap serta harus didukung segala kemajuan di sektor lain,” jelas Bonaran saat itu.

Apa yang dilakukan Bonaran ternyata ditunggu masyarakat. Setidaknya, dalam dua tahun pemerintahaannya bersama Sukron, mereka telah memecahkan dua rekor MURI. Tahun sebelumnya, kabupaten yang memiliki hari jadi pada 24 Agustus 1945 itu berhasil mencatatkan nama sebagai daerah yang menggelar bakar ikan terpanjang di Indonesia yaitu sepanjang 7 kilometer. “Tahun depan apa lagi ya?” ujar pelajar dari Sorkam. (*)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.10.2013,
        10:09
        smashing top seo
        Y8DZcN Great blog post.Really thank you! Much obliged. From mobile
      2. 29.09.2013,
        09:39
        check out seo
        WuTxRq Very good blog article. Will read on... From mobile
      3. 13.09.2013,
        12:24
        make money online
        zXXxNx wow, awesome article.Thanks Again. From mobile
      4. 08.09.2013,
        03:57
        the best seo service
        4aILCF A big thank you for your blog article. Fantastic. From mobile
      5. 06.09.2013,
        09:51
        tahap ndarys
        setuju,biar lbh populer pake tagline DI sj. From mobile
      6. 04.09.2013,
        07:30
        Sopyan Thamrin
        Penulisan Dahlan sebaiknya diserta nama belakang. Hal ini karena akan dapat mempengaruhi keterkenalan di dunia maya.
      7. 01.09.2013,
        20:57
        Repot banget
        Wah, berita DI yang peduli Indonesia Timur belum kering, eh orangnya sudah menari-nari di Sumatera!
      8. 01.09.2013,
        14:15
        yuli setiawan
        Dahlan Iskan,rekor demi indonesia ini
      9. 01.09.2013,
        12:55
        orang pinter
        pak dahlan tdk hanya jatim punya
      10. 01.09.2013,
        12:19
        Alris
        Mantap kali ide pak Bupati ini. Bukan cuma ide, tapi langsung diimplementasikan. horas...