In Memoriam Wartawan Senior Jawa Pos Kholili Indro

Tulisannya Beri Energi Ekstra saat Atlet Down

In Memoriam Wartawan Senior Jawa Pos Kholili Indro
Kholili bersama Don King di Las Vegas, Mei 1998. FOTO: dok Kholili Indro

jpnn.com - Sebagai wartawan olahraga, Kholili Indro sangat dekat dengan banyak atlet. Kedekatan itu pula yang membuat mereka begitu kehilangan ketika Kholili tutup usia.

--- 

BUGIARSO, mantan petinju juara kelas superbantam PABA (Pan Asia Boxing Association), punya kenangan yang tidak bisa dilupakan dengan Kholili Indro. Pada awal 1990-an, belum banyak wartawan yang berkunjung ke Sasana Akas Probo­linggo, tempat bernaung Bugiarso. Namun, seingat Bugi, sapaan Bugiarso, Kholili termasuk yang sering menemuinya seusai latihan 

Tidak hanya menjalankan tugas sebagai wartawan, Kholili, di mata Bugi, adalah sosok yang juga bisa menjadi teman. "Orangnya menyenangkan dan enak diajak ngobrol. Saya sering minta bocoran calon lawan kepada Mas Kholili," kata Bugi kemarin (24/7). 

Kesan mendalam juga dirasakan Andrian Kaspari, mantan juara kelas bantam IBF (International Boxing Federation). Kholili adalah satu-satunya wartawan Indonesia yang mendampingi Andrian saat menantang juara dunia Tim Austin pada 30 Mei 1998 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Sayang, perjuangan Andrian merebut sabuk juara dunia kandas. Dia kalah TKO pada ronde ketiga. "Mas Kholili sering kasih motivasi kepada saya," kenangnya. 

Andrian pun mengingat pertemuan terakhir dengan Kholili sekitar empat bulan lalu. Mereka bertemu setelah salat Jumat di masjid dekat kediaman Kholili di kawasan Jambangan, Surabaya. "Saat bertemu, beliau masih tetap semangat meski terus menjalani kemoterapi," ungkap mantan petinju yang kini berusia 44 tahun itu.

Selain dekat dengan kalangan tinju, Pak KO -sapaan akrab Kholili di redaksi Jawa Pos- istimewa di mata komunitas sepak bola nasional. "Pembawaannya yang ramah dan murah senyum belum tergantikan. Dia tidak pernah berhenti memberitakan Persebaya. Tulisannya bisa memberikan energi ekstra saat spirit pemain sedang down karena kalah," kata Maura Hally, mantan pemain Persebaya Surabaya.

Subangkit yang juga mantan pemain Persebaya menyebut Kholili sebagai wartawan istimewa. Terutama dalam hal pendekatan kepada pemain. "Jawa Pos dan Kholili adalah satu kesatuan. Pembawaannya yang tenang membuat para pemain kalau diwawancarai selalu nyaman. Gaya tulisannya tidak ada duanya," kata pria yang kini menjadi pelatih Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) itu.

Sebagai wartawan olahraga, Kholili Indro sangat dekat dengan banyak atlet. Kedekatan itu pula yang membuat mereka begitu kehilangan ketika Kholili

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News