12 Fakta Kelakuan Briptu Hasbudi, Rumah untuk Pejabat & Catatan Transfer Uang, Parah!

12 Fakta Kelakuan Briptu Hasbudi, Rumah untuk Pejabat & Catatan Transfer Uang, Parah!
Dirkrimsus Polda Kaltara AKBP Hendy Febrianto Kurniawan (tengah berkerah hitam) saat menyelidiki tambang emas ilegal milik Briptu Hasbudi di Kecamatan Sekatak, Bulungan. Foto : Ditkrimsus Polda Kaltara.

jpnn.com, TARAKAN - Kepolisian Daerah Kalimantan Utara menangkap oknum anggota Polri Briptu Hasbudi yang bertugas di Ditpolair Polda Kaltara.

Briptu Hasbudi ditangkap di Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Rabu (4/5) sekitar pukul 12.15 WITA.

Berikut ini sejumlah fakta dan kronologis terungkapnya kejahatan yang dilakukan Briptu Hasbudi:

1. Briptu Hasbudi pemilik tambang emas liar alias ilegal

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan pihaknya pada Kamis (21/4) mendapat informasi terkait dugaan tambang emas liar berlokasi di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

2. Kapolda Kaltara Irjen Daniel gerak cepat

Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya membentuk tim khusus gabungan Direktorat Reskrimsus, Polres Bulungan, dan Polres Tarakan untuk melaksanakan penyelidikan dan penyidikan.

"Dari penyelidikan ditemukan benar di lokasi tersebut terdapat kegiatan penambangan emas yang dilakukan secara ilegal," kata Kombes Budi.

3. Penambangan emas liar menggunakan bahan kimia jenis sianida

Pada Sabtu (30/4) Tim Gabuangan melakukan penyelidikan lanjutan berkoordinasi dengan PT. BTM bahwa lokasi kegiatan penambangan tersebut berada di PT BTM Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, bukan di bawah SPK maupun PT BTM.

Terungkap penambangan dan pengolahan material tanah dengan menggunakan bahan kimia jenis sianida untuk mendapatkan emas yaitu pengolahan dengan metode rendaman.

Polda Kaltara mengungkap sejumlah fakta kelakuan oknum polisi Briptu Hasbudi yang sudah ditangkap di Bandara Juwata. Silakan fokus poin 8 dan terakhir. Parah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News