2 Guru Ditembak Mati dan Dituduh Mata-mata, Simak Reaksi Kombes Iqbal

Minggu, 11 April 2021 – 02:10 WIB
2 Guru Ditembak Mati dan Dituduh Mata-mata, Simak Reaksi Kombes Iqbal - JPNN.com
Aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengejaran kelompok kriminal bersenjata yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat.(ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)

jpnn.com, JAYAPURA - Pihak keluarga dan polisi merespons tuduhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) bahwa guru yang ditembak mati di Kabupaten Puncak, Papua merupakan mata-mata aparat.

Kedua guru tersebut ialah Oktavianus Rayo dan Yonatan Renden yang ditembak mati oleh KKB pada Kamis (8/4) dan Jumat (9/4) lalu.

Salah seorang keluarga Rayo berinisial RS mengatakan aksi KBB itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan.

"Tuduhan KKB kepada korban penembakan sebagai mata-mata aparat keamanan hanyalah modus KKB untuk menutupi kejahatan kejinya terhadap korban. Itu hanya modus KKB," ucap RS di Papua, Sabtu (10/4).

RS juga mengungkap ulah KKB di daerah itu yang kerap memeras para pedagang.

"Di sini mereka sering mengancam (pemilik) kios-kios pendatang untuk menyerahkan uang Rp 20 juta rupiah per kios," ujar RS.

Kepala Humas Satgas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudussy juga bereaksi atas tuduhan KKB yang menyebut kedua guru tersebut sebagai mata-mata aparat.

Iqbal menegaskan bahwa Rayo dan Renden hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia untuk mencerdaskan anak-anak pedalaman di kabupaten Puncak, Papua.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...