321 Warga Sipil Dibantai di Kongo

Yang Dibiarkan Hidup, Telinga dan Bibir Dipotong

321 Warga Sipil Dibantai di Kongo
321 Warga Sipil Dibantai di Kongo
Human Rights Watch juga melaporkan kebrutalan kelompok LRA. Mayoritas korban pembantaian adalah kaum laki-laki dengan cara diikat, baik di pohon atau dengan cara lainnya kemudian disiksa dengan senjata tajam hingga tewas. Bahkan, seorang gadis berusia 3 tahun dibakar hidup-hidup hingga tewas.

"Para pemberontak juga menculik anak-anak dan kaum perempuan. Mereka dipaksa berjalan berbaris menuju sebuah kota yang berjarak 60 mil (hampir 96 kilometer) lebih. bagi yang berjalan terlalu lambat akan dihukum mati. Sehingga penduduk setempat banyak menemukan mayat di sepanjang jalan stepak dari Makombo ke Kota di Utara Tapili, Kongo." demikian laporan Human Rights Watch yang dikutif AP.

Lord's Resistance Army (LRA) merupakan salah satu pasukan pemberontak yang paling begis di Afrika. Para pemimpinnya menjadi subjek Pengadilan Pidana Internasional untuk diperintahkan ditangkap. Awalnya, kelompok ini berbasis di Uganda, setelah terdesak mereka ke daerah utara Kongo dan mengangkangi perbatasan dengan republik Afrika Tengah. Pembantaian 2009 lalu adalah salah satu jenis kekejaman mereka yang terbaru.

Pada 2008 lalu, setelah pemerintah setempat melakukan penyerangan terhadap LRA, mereka membalas dengan melakukan pembunuhan kepada sedikitnya 865 warga sipil salama musim liburan Natal 2008.(fuz/jpnn)
Berita Selanjutnya:
PM Singapura Menang Gugatan

DAKAR, SENEGAL- Human Rights Watch yang berbasis di New York melaporkan sedikitnya 321 warga sipil Kongo dibantai pada akhir tahun 2009 lalu. Pembantaian


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News