46 Meninggal, 9 Masih Hilang Akibat Awan Panas Guguran Gunung Semeru

46 Meninggal, 9 Masih Hilang Akibat Awan Panas Guguran Gunung Semeru
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Ilustrasi Foto: Ridho Abdullah/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga Sabtu (11/12) pukul 18.00 WIB, sebanyak 46 korban meninggal dunia akibat awan panas guguran Gunung Semeru, Jawa Timur. 

"Dampak korban jiwa lainnya, sembilan jiwa masih dinyatakan hilang, sedangkan luka berat 18 jiwa dan luka ringan 11 jiwa," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (11/12).

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, sukarelawan, dan warga dibagi ke dalam empat grup. 

Sebanyak tiga grup berfokus pada pencarian di tiga sektor, sedangkan satu lainnya bersiaga mengevakuasi dan membantu pendataan warga terdampak bencana.

Grup sektor pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan.

Grup kedua melakukan pencarian di daerah tambang Pasir H. Satuhan.

Grup ketiga di Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng.

Abdul mengatakan kondisi cuaca hujan terkadang menghambat proses pencarian korban hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga Sabtu (11/12) pukul 18.00 WIB, sebanyak 46 korban meninggal dunia akibat awan panas guguran Gunung Semeru, Jawa Timur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News