9 Pemuka Agama & Kepercayaan Indonesia Berkumpul di Jakarta, Ada Apakah?

9 Pemuka Agama & Kepercayaan Indonesia Berkumpul di Jakarta, Ada Apakah?
Sembilan pemuka agama dan kepercayaan Indonesia berkumpul di Jakarta. Foto Humas Atma Jaya

“Satu hal penting: One Humanity, One Responsibility, untuk kemanusiaan konteksnya manusia sebagai mahluk Tuhan yang sangat mulia dan memiliki hak untuk mencapai kebahagiaan. Dokumen Abu Dhabi, bukan hanya etika tetapi etik,” kata Prof. Dr. Hj. Abdul Mu’ti, M.Ed. 

Ketua Umum dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi Tanuwibowo, mengatakan bahwa agama yang sejati ialah agama yang mendekatkan kita pada kemanusiaan. Contohnya, agama Islam itu rahmat bagi semua manusia, kemudian Trikitakarana dari Hindu yang sama juga dengan aliran kepercayaan ialah semua mahluk berbahagia, agama Katolik ialah agama penuh kasih, agama Konghucu dan Buddha ialah semua mahluk hidup itu bersaudara.

Selain itu, perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menjelaskan bahwa sebagai umat beragama harus menjaga secara utuh tata tentrem kerta raharja yang berujung pada semangat gotong royong.  

“Daya tempurnya anak bangsa yang kuat fisiknya, badannya harus sehat, spiritual yang bagus, jiwanya harus bersih. Ayo bergandengan tangan saling berkontribusi, saling memberi, tidak saling menjatuhkan satu sama lain,” kata Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya sambil menyerukan salam Pancasila dan Merdeka. 

Perwakilan dari Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Prof. Dr. K. Philip Wijaya, mengatakan bahwa di dalam agama Buddha, Dokumen Abu Dhabi sudah diimpementlasikan dalam hal pendidikan, membangun umat yang lebih cerdas, atau dalam hal relasi bukan hanya antar agama tetapi juga inter agama Buddha sendiri.  

“Dalam hal kepedulian di dunia yakni dengan mengerti perasaan dan penderitaan orang lain serta lingkungan hidup khususnya juga pangan, salah satunya dengan gerakan yang sudah dilakukan yaitu membersihkan piring sendiri dan tidak menyia-nyiakan makanan,” jelas Prof. Dr. K. Philip Wijaya. 

Terakhir dari Ketua Presidium I DMP-Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Ir. Engkus Ruswana,  mengatakan bahwa untuk menerapkan Dokumen Abu Dhabi dengan kembali kepada karakter asli bangsa Indonesia yaitu karakter harmoni yang melahirkan kasih dan pikiran positif. (esy/jpnn)

Sebanyak 9 pemuka agama dari lintas agama dan kepercayaan Indonesia berkumpul di Jakarta, ada apakah?


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News