Adian Napitupulu: Mengawasi Hati Lebih Kejam dari Fasis dan Rasis

Adian Napitupulu: Mengawasi Hati Lebih Kejam dari Fasis dan Rasis
Adian Napitupulu saat wawancara dalam program Ngomongin Politik (NGOMPOL) JPNN.com. Foto: Fais Nasruloh

Dalam hal ini, kata Adian, pihak yang perlu diawasi adalah eksekutif.

Tugas dan fungsi Andre itu membuat UU, Menyusun Anggaran dan melakukan fungsi Pengawasan. Siapa yang diawasi? Eksekutif.

Bukan malah mengkritisi sesama anggota dewan yang sedang menjalankan tugas mengkritisi penggunaan anggaran oleh eksekutif.

Berikut tulisan lengkap Adian sebagaimana diterima jpnn.com, Selasa (16/6):

Adian marah karena temannya di berhentikan. Adian marah karena temannya tidak di akomodir. Kira-kira itu logika yang dibangun Andre.

Cara berpikir yang menuding kritik sebagai topeng kepentingan, merupakan metode untuk membungkam kekritisan.

Secara sederhana cara berpikir Andre menggunakan logika 'di balik kritik menteri ada kepentingan'.

Kalau itu cara berpikirnya, maka saya juga bisa menggunakan logika yang serupa. 'Di balik pembelaan pada menteri juga punya kepentingan'.

Adian Napitupulu menanggapi pernyataan Andre Rosiade terkait kritikan politikus PDIP itu ke Menteri BUMN Erick Thohir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News