Selasa, 20 Agustus 2019 – 16:41 WIB

Afrika Bujuk Pantai Gading

Selasa, 04 Januari 2011 – 22:22 WIB
Afrika Bujuk Pantai Gading - JPNN.COM

ABIDJAN - Delegasi negara-negara Afrika Barat (Ecowas) kembali ke Pantai Gading. BBC melaporkan, kali ini mereka menawarkan amnesti kepada Presiden Gbagbo jika dirinya bersedia mundur dari kursi presiden.

Delegasi yang terdiri atas Presiden Benin, Cape Verde, dan Sierra Leone itu tiba hari ini dan rencananya bertemu kembali dengan Gbagbo untuk menyampaikan solusi krisis politik Pantai Gading. Negara-negara Afrika Barat mengancam menggunakan kekuatan militer jika Gbagbo tetap menolak mundur.

Kedatangan delegasi tersebut merupakan yang kedua dalam seminggu terakhir. Selasa lalu (28/12) mereka juga berada di Abidjan untuk tujuan yang sama. Namun, delegasi itu gagal meyakinkan Gbagbo untuk mundur.

Setelah mendarat di Abidjan, Presiden Benin Boni Yayi, Sierra Leone (Ernest Bai Koroma), dan Pedro Pires akan bergabung dengan Perdana Menteri Kenya Raila Odinga yang mewakili Uni Afrika.

"Beliau (Odinga) akan mengupayakan penyelesaian damai terkait dengan krisis pascapemilu. Beliau juga akan menawarkan jaminan keselamatan dan keamanan kepada Gbagbo dan pendukungnya jika sepakat untuk melepaskan kekuasaan," tulis keterangan resmi Kantor Perdana Menteri Kenya. Odinga adalah pemimpin Afrika pertama yang mengusulkan perlunya intervensi militer untuk melengserkan Gbagbo.

Seperti dilansir Agence France-Presse, Ibrahim Ben-Kargbo, menteri informasi Sierra Leone, menyatakan bahwa delegasi Afrika akan mendesak Gbagbo mundur dan tidak berniat melakukan negosiasi. Namun, seorang sumber di lingkaran delegasi Afrika menyatakan kepada BBC bahwa sang incumbent akan ditawari amnesti (pengampunan) hukum dan jaminan atas aset keuangan yang dimiliki.

Sejumlah pengamat masih berharap ada kompromi yang bisa membuat Gbagbo menyerahkan kekuasaan kepada rivalnya, Alassane Ouattara. Misi Ecowas sudah dipastikan akan memberikan berbagai tawaran seperti suaka dan amnesti. Namun, dalam pesan perayaan tahun baru, Gbagbo kembali menegaskan tidak akan mundur dan menyatakan bahwa dirinya adalah pemenang pemilu sebenarnya.

Gbagbo masih memegang kontrol atas stasiun televisi nasional dan militer. Namun, Ouattara juga mengantongi dukungan dari hampir semua pemimpin negara Afrika Barat. Mereka bahkan sudah meminta Bank Sentral Afrika memberikan wewenang kepada Ouattara untuk mempergunakan rekening negara.

Anggota delegasi akan melaporkan hasil negosiasi dengan Gbagbo kepada Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, kepala Ecowas, hari ini (4/1). Pertemuan itu akan memutuskan langkah selanjutnya yang diambil untuk menyelesaikan krisis Pantai Gading.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Pantai Gading menyatakan bahwa militer setempat telah dua kali melarang mereka mendatangi satu di antara dua lokasi yang diduga sebagai kuburan masal korban kekerasan. Pasukan PBB juga prihatin atas tindakan militer yang menandai rumah-rumah pendukung Ouattara untuk mengidentifikasi etnis para penghuninya. (cak/c3/dos)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar