Al-Jazeera: Arafat Diracun dengan Polonium

Pakar Swiss Temukan Radioaktif Tinggi pada Pakaian-Sejumlah Barang

Al-Jazeera: Arafat Diracun dengan Polonium
Al-Jazeera: Arafat Diracun dengan Polonium
Selanjutnya, Suha menyerahkan benda-benda itu pada Al-Jazeera, yang minta dilakukan sejumlah tes. Termasuk, uji atas pakaian, kafiyeh (penutup kepala), dan sweater yang dikenakan oleh Arafat. "Kesimpulannya, kami memang menemukan polonium dalam jumlah yang signifikan pada sampel (pakaian milik Arafat, Red)," jelas Bochud.

Tapi, dia melanjutkan, dugaan bahwa Arafat meninggal karena diracun harus diteliti lebih lanjut. Selain diperlukan penggalian atas makamnya, perlu dianalisis jasadnya secara lebih mendalam.

"Jika dia (istri Arafat, Red) benar-benar ingin tahu apa yang terjadi pada suaminya, kami jelas perlu sampel. Maksud saya, penggalian atas makamnya. Hal itu akan memberikan kepada kami sampel soal kuantitas dalam jumlah banyak polonium jika dia memang diracun," papar Bochud.

Polonium pernah digunakan membunuh mantan mata-mata Rusia Alexander Litvinenko. Tokoh yang kemudian beralih menjadi pengritik keras kebijakan Kremlin (pusat pemerintahan Rusia di Kota Moskow, Red) meninggal pada 2006 setelah meminum teh yang telah dicampur dengan substansi radioaktif itu di sebuah hotel di Kota London.

RAMALLAH - Penyelidikan independen terkait kasus kematian mantan pemimpin dan Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat menemukan fakta terbaru.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News