Andhika Thatcher

Oleh Dahlan Iskan

Andhika Thatcher
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - MESKI kalahan, bagaimana lagi. Tetap saja harus menonton. Toh tinggal hidupkan TV.

Perasaan saya pun sudah saya tata: agar bisa menerima kekalahan itu lagi. Kan lawannya kali ini berat: Persija Jakarta.

Lawan tim selemah Persela Lamongan saja 1-1. Bahkan lawan tim papan bawah seperti Borneo pun kalah.
WANI!

Saya lirik layar kaca itu. Perhatian saya terbagi. Saya harus mengikuti acara dialog di Metro TV. Lewat Zoom. Yang membahas masa depan BUMN. Saya salah satu narasumbernya.

Tiba-tiba terjadi gol itu. Oleh Taisei Marukawa, pemain asal Jepang itu. Ternyata Persebaya justru menang: 1-0. Peringkatnya pun naik ke urutan 5.

Baru sekali itu Persebaya clean sheet. Sejak Liga 1 diputar tanpa penonton selama pandemi.

Sebenarnya hampir saja Persebaya kebobolan. Tandukan kepala pemain asing Persija itu begitu dekat. Mungkin hanya dari jarak tiga meter. Juga begitu terarah: dekat tiang kanan. Bagian bawah pula.

Kiper Persebaya berhasil menghalaunya. Dengan jibakunya.

Andhika adalah contoh klasik pesepak bola Indonesia: dari keluarga miskin. Sejak kecil ia hanya hidup berdua dengan ibunya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News