Andhika Thatcher

Oleh Dahlan Iskan

Andhika Thatcher
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Kiper utama masih belum sembuh. Kiper cadangan masih lama di pemusatan latihan tim nasional.

Andhika mulai membuktikan kemampuannya. Dia punya kesempatan tampil lagi. Dan tampil lagi. Mentalnya kian kuat. Di umurnya yang 21 tahun.

Andhika adalah contoh klasik pesepak bola Indonesia: dari keluarga miskin. Sejak kecil ia hanya hidup berdua dengan ibunya.

Ayahnya meninggal ketika Andhika masih balita. "Ternyata ayah saya sebenarnya tidak meninggal," ujar Andhika kemarin.

Dia tidak pernah tahu kalau ayahnya sebenarnya masih hidup. Pindah dari Surabaya ke Jatiroto: kawin lagi di sana.

Sang ibu lantas jualan kopi, teh, dan kue: buka warung di dekat terminal di Perak, Surabaya Utara.

Andhika ikut ke warung itu. Ikut membantu cuci gelas dan piring. Bertahun-tahun. Setelah lebih besar ikut melayani pembeli: menyajikan kopi atau teh.

Ketika Andhika sudah masuk ke SMA (Hang Tuah 1 Surabaya), ada orang yang memberi tahunya: ayahnya meninggal dunia.

Andhika adalah contoh klasik pesepak bola Indonesia: dari keluarga miskin. Sejak kecil ia hanya hidup berdua dengan ibunya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News