AS dan Tiongkok Perang Dagang Lagi, Ini Barang-Barang yang Harganya Bakal Melambung

AS dan Tiongkok Perang Dagang Lagi, Ini Barang-Barang yang Harganya Bakal Melambung
Ilustrasi iPhone. Foto: Apple

"Fakta bahwa Beijing belum mengungkap pembalasan yang akan dilakukan secara spesifik menunjukkan bahwa Tiongkok masih berharap proses perdamaian bisa diselamatkan," terang Direktur Pelaksana Kaiyuan Capital Brock Silvers.

Saat ini Tiongkok memang seperti makan buah simalakama. Tidak membalas rasanya seperti diinjak-injak AS. Tapi, membalas juga akan merusak image yang ingin mereka bangun. Sebab, belakangan ini Tiongkok sedang berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah negara yang cocok untuk investasi.

Tiongkok sejatinya bisa dengan mudah membalas Negeri Paman Sam. Sebab, beberapa perusahaan besar seperti Boeing, Nike, Tesla, General Motors, dan Intel bergantung pada pasar Tiongkok. Sebagian komponen mereka dibuat di Beijing.

Kepala Perekonomian di First Seafront Fund Management in Shanghai Yang Delong punya pendapat berbeda. Menurut dia, langkah yang diambil Trump saat ini berkaitan dengan Pilpres 2020.

AS berharap Tiongkok membuat kelonggaran di banyak area. Masalahnya, jika dilakukan, itu akan merusak fondasi pembangunan ekonomi atau berdampak pada reformasi institusional di negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut.

"Ketika yang dibahas adalah kepentingan inti, Tiongkok tidak akan menyerah," ujar Yang.

Dia mengungkapkan bahwa AS mendesak Tiongkok untuk mengubah kebijakannya dalam perlindungan untuk kekayaan intelektual, subsidi besar-besaran untuk perusahaan milik negara, serta mengurangi defisit perdagangan dua negara. Jika desakan itu berhasil, Trump akan mendapat poin plus saat mencalonkan diri lagi nanti. (sha/c10/dos)


Berita Selanjutnya:
Poker Catur

Saat AS menerapkan kenaikan tarif alias tambahan pajak impor ke produk-produk Tiongkok, yang terpukul bukan hanya Negeri Panda. Tapi, juga penduduk AS.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News