Asal-Muasal Bunga Mawar Hari Valentine di Australia

Asal-Muasal Bunga Mawar Hari Valentine di Australia
Bendera Australia. Foto: Ilustrasi

Situs dewan tersebut mengatakan bahwa perkebunan bunga di Kenya mempekerjakan lebih dari 100.000 orang dan berada dalam jalur untuk berkembang pesat selama lima tahun ke depan.

Perubahan biosekuriti

Holborn mengatakan, industri bunga di Australia telah lama memendam kekhawatiran tentang ancaman biosekuriti yang ditimbulkan oleh bunga impor.

Ia mengatakan bahwa diskusi dengan pemerintah selama 18 bulan terakhir berjalan positif dan ia mengharapkan peraturan biosekuriti baru tentang bunga potong akan diberlakukan pada tanggal 1 Maret.

"Masalah terbesar kami adalah bahwa bunga-bunga ini berasal dari negara-negara yang memiliki hama dan penyakit yang tidak kami inginkan [di Australia]," sebutnya.

"Singkatnya, perubahan yang terjadi pada tanggal 1 Maret akan berjalan di seputar pengasapan produk sebelum masuk ke negara ini, pemeriksaan yang lebih ketat saat mereka tiba, dan prosedur pengambilan sampel yang diterapkan secara konsisten di semua titik masuk."

Ia mengatakan, peraturan biosekuriti baru berpotensi mengubah kelangsungan impor mawar Kenya.

Ekspor produk dalam negeri

Beruntung bagi industri bunga potong Australia, tak semua orang terburu-buru membeli mawar untuk kekasih mereka di Hari Valentine ini.

Peter Winfield adalah petani bunga generasi keempat di negara bagian Victoria dan berjuang untuk memenuhi permintaan akan tanaman asli Australia seperti Thryptomene dan Geraldton Wax.

Data dari Departemen Pertanian Australia menunjukkan, sebagian besar mawar impor berasal dari Kenya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News