Belajar Setir Mobil, Lindas 4 Anak

Belajar Setir Mobil, Lindas 4 Anak
Belajar Setir Mobil, Lindas 4 Anak

Madina dan Nabila langsung terpental ke kanan. Namun nahas, Aura atau Rara dan Salfa ikut terseret mobil yang melaju kencang tidak terhenti. Mobil baru berhenti ketika menabrak pagar rumah di kiri jalan.

''Kasihan Mas lihat tubuh Rara tengkurap terimpit di kolong mobil dan Salfa kakinya juga di bawah kolong mobil,'' ungkap Harti.

Firda, 60, warga sekitar, menambahkan, ketika mengetahui tubuh Rara dan Salfa di kolong mobil, warga langsung mengevakuasi keduanya. Bagian itulah yang menurutnya paling dramatis karena warga sulit mengeluarkan dua anak itu. Masyarakat pun lantas mengangkat mobil bagian depan dan langsung mengeluarkan dua korban dari kolong mobil itu. ''Padahal, empat anak itu baru saja bandulan di TK pondok pesantren itu, Mas,'' papar Firda.

Polisi masih menyelidiki kecelakaan tersebut. Musripun maupun kakaknya sudah dimintai keterangan oleh anggota Polsek Ngadiluwih. Namun, Wagimin mengungkapkan, kasus itu langsung dilimpahkan ke Lantas Polres Kabupaten Kediri.

Untuk sementara, Musripun dipulangkan dan menunggu panggilan dari Polres Kediri. ''Kita masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab kelalaian ini,'' jelas Wagimin. (c4/bh/mas/jpnn)

KEDIRI - Musripun, 32, warga Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih benar-benar sembrono. Belum bisa mengendarai mobil, bukannya belajar menyetir di tanah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News