Belasan Pasukan Pemberontak Libya Tewas

Diserang Habis-habisan oleh Pasukan Pemerintah

Belasan Pasukan Pemberontak Libya Tewas
Belasan Pasukan Pemberontak Libya Tewas
AJDABIYA - Di bawah hujan bom dan serangan serbuan penembak jitu, tentara pemberontak Libya terus melawan pasukan loyalis Muammar Kadhafi di pusat Kota Misrata. Aktifis oposisi dan anggota LSM menyatakan 17 orang tewas dalam peperangan sengit tersebut.

Misrata adalah wilayah kekuasaan terbesar terakhir pasukan pemberontak di Libya Barat. Pasukan pemerintah melancarkan serangan ke kota di pesisir Mediterrania tersebut, beberapa pekan terakhir. Gempuran tanpa henti terhadap oposisi tersebut menuai peringatan dari dunia internasional akan kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan. Selain itu, desakan juga ditujukan kepada pasukan NATO untuk mengintensifkan serangan udara terhadap tentara Kadhafi.

Minggu (17/4), pasukan pemerintah, yang berhasil merangsek ke pusat kota dalam peperangan beberapa hari terakhir, menghujani Misrata dengan mortir dan roket peluncur granad. "Penduduk di sini sudah mulai terbiasa dengan suara mortir dan rudal," ujar seorang penduduk yang memberikan nama panggilannya saja Abdel-Salam. "Para penembak jitu masih bersiaga di atas atap gedung-gedung tinggi dan menembak apapun yang bergerak di tengah kota," tandasnya.

Aktifis lokal Rida al-Montasser, yang dihubungi melalui Skype, pemberontak melawan pasukan pemerintah dari sebuah daerah di sekitar pasar induk di Misrata dan berhasil memperluas sedikit wilayah kekuasaan mereka. Dia menambahkan, sebuah laporan rumah sakit yang didapat dari dokter jaga menyatakan, 17 orang, termasuk pasukan pemberontak tewas dan 74 lainnya terluka. Dia menuturkan, pasukan Kadhafi telah menembaki rumah sakit tersebut, Minggu (17/4).

AJDABIYA - Di bawah hujan bom dan serangan serbuan penembak jitu, tentara pemberontak Libya terus melawan pasukan loyalis Muammar Kadhafi di pusat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News