Belum Tuntaskan Unas, Siswa SMP Meninggal Kena DB

Bilang akan Pergi ke Rumah yang Bagus dan tak Lulus Ujian

Belum Tuntaskan Unas, Siswa SMP Meninggal Kena DB
Belum Tuntaskan Unas, Siswa SMP Meninggal Kena DB
Menurut sebagian teman, Dahlan sempat bercerita pada Rabu pagi itu. Kepada mereka, Dahlan mengatakan bermimpi melihat semua temannya lulus ujian nasional. Mereka lalu merayakannya dengan naik sepeda ramai-ramai. "Tapi, dia (Dahlan, Red) bilang justru ditinggal," ungkap Nur Fadhilah, ibu Dahlan. Rupanya, itu firasat bagi teman-temannya.

Nur pun mendapat firasat lain. Kepada Jawa Pos, Nur mengatakan, Dahlan juga mengucapkan hal agak aneh Selasa (23/4). Dahlan meminta sang ibu sabar dan ikhlas. "Dia bilang akan pergi ke rumah yang sangat bagus dan tidak lulus unas. Nanti jadi berita besar," ungkap Nur yang menirukan ucapan anak kedua di antara empat bersaudara itu.

Nur mengatakan langsung menegur Dahlan karena berkata-kata seperti itu. "Ternyata itu pertanda sebagai pesan terakhir," tambah dia. Nur sudah mengikhlaskan kepergian anak keduanya tersebut.

Menurut perempuan berusia 39 tahun itu, Dahlan adalah anak yang pendiam, baik, dan taat beribadah. Dia tidak bilang sedang sakit. ""Mungkin dia nggak berani bilang karena takut membebani orang tua. Soalnya, kios bapaknya di Pasar Loak Dupak habis setelah kebakaran," tutupnya. (lum/dor/c7/roz)
Berita Selanjutnya:
9 Lembaga Dicecar Ombudsman

SURABAYA - SMP Negeri 3 Surabaya berkabung. Di tengah-tengah pelaksanaan ujian nasional (unas), sekolah di Jalan Praban No 3 tersebut kehilangan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News