Benarkah Kegemukan Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Benarkah Kegemukan Bisa Memengaruhi Kesuburan?
Ilustrasi tubuh gemuk.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormonal dalam tubuh seperti resistensi insulin, hiperinsulinemia, penurunan hormon seks yang berikatan dengan globulin, serta peningkatan hormon androgen dan leptin.

Akibat perubahan ini sangat mudah terjadi disfungsi hipotalamus, penurunan produksi hormon gonadotropin (hormon kesuburan) dan progesteron, serta terganggunya pematangan sel telur.

Sedangkan pada pria, masalah berat badan berlebih juga dapat menyebabkan meningkatnya suhu di daerah skrotum, menurunnya hormon testosteron dan resistensi insulin.

Kondisi kegemukan ini sering disebut dapat memengaruhi kualitas sperma, meski sampai saat ini belum ada bukti kuat yang dapat menjelaskan. Tetapi, secara jelas pada banyak literatur disebutkan bahwa kegemukan pada pria meningkatkan risiko untuk mengalami disfungsi ereksi.

Tips menurunkan berat badan

Untuk mengembalikan tingkat kesuburan pada orang yang memiliki masalah berat badan, diperlukan penurunan secara bertahap.

Teknik menurunkan berat badan yang disarankan adalah dengan mengubah gaya hidup, diet ketat dalam hal makanan serta tindakan medis seperti penggunaan obat-obatan atau tindakan pembedahan (operasi bariatrik).  Tindakan tersebut dapat memberikan hasil yang berbeda setiap orang.

Tentunya, pilihan tindakan tersebut ditentukan dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan. Jadi, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan diet atau upaya menurunkan berat badan lainnya.

Kegemukan tidak hanya memberikan dampak buruk pada masalah kesehatan saja, tetapi juga berpengaruh pada tingkat kesuburan seseorang. Oleh sebab itu, penting menjaga kestabilan berat badan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News