Benturan Kepentingan Presiden

Oleh: Said Abdullah - Ketua DPP PDI Perjuangan

Benturan Kepentingan Presiden
Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. Foto: Dokumentasi pribadi

Perlahan-lahan beliau bertindak seperti tim sukses pasangan Prabowo-Gibran. Dimulai dengan membuntuti rute kampanye Ganjar Pranowo.

Seluruh lokasi yang didatangi Ganjar Pranowo, tiba-tiba di kunjungi Presiden Jokowi sambil bagi-bagi sembako, sertifikat tanah, dan bantuan lainnya.

Alur kejadian makin menegasikan ucapan Presiden Jokowi, bukan isapan jempol, berbagai kejadian mencuat tidak netralnya aparat negara.

Banyak kepala desa hingga kepala daerah dicari jejak kasusnya oleh aparat penegak hukum, dengan imbal hasil memenangkan paslon putra Presiden Jokowi.

Alih-alih berbuah teguran atas unjuk terbuka berbagai pelanggaran netralitas itu.

Dalam seminggu ini, Presiden Jokowi malah berkunjung ke Jawa Tengah, sebagai salah satu provinsi dimana Ganjar Mahfud masih unggul telak. Beliau malah berperilaku sebagai tim pemenangan anaknya.

Presiden Jokowi rajin membagi bagi program bansos yang sesungguhnya hak rakyat, yang dibayar pakai pajak rakyat. Sebagian menterinya menarasikan itu budi baik Presiden Jokowi. Setali tiga uang, program sembako oleh lembaga lembaga pemerintahan dengan terbuka diberi label pasangan Prabowo Gibran, dan dibagikan luas.

Kisah miris situ belum terhenti, didamping Prabowo Subianto, Panglima TNI dan kepala staf angkatan di Halim Perdanakusuma, Presiden Jokowi menegaskan bahwa presiden dan menteri menteri boleh berkampanye, asal tidak menggunakan fasilitas negara.

Presiden Jokowi terkesan ada benturan kepentingan dengan perlahan-lahan bertindak seperti tim sukses pasangan Prabowo-Gibran.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News