Berkedok Impor Mesin, Masukkan 51,4 Kg Narkoba via Surabaya

Berkedok Impor Mesin, Masukkan 51,4 Kg Narkoba via Surabaya
Sabu-sabu seberat 51,4 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh dari Tiongkok. Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengungkapkan, sabu-sabu seberat 51,4 kilogram milik sindikat Taiwan yang diungkap jajarannya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) diselundupkan ke  Indonesia melalui Surabaya. Barang haram itu disembunyikan di dalam mesin yang diimpor.

"Jadi 51,4 kilogram ini masuk lewat Surabaya. Mereka impor mesin di dalamnya (untuk menyembunyikan sabu-sabu, red)," kata Heru dalam konferensi pers di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (16/3).

Dalam kasus itu, BNN membekuk dua orang, yakni Sadikin dan Huang Jhong Wei. Huang yang berstatus warga negara (WN) Taiwan ditembak mati karena melawan saat ditangkap di Jalan Lodan Raya, Pintu Air Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/3) malam.

Sedangkan Sadikin kini masih menjalani pemeriksaan BNN. Sadikin yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) juga dicurigasi sebagai warga negara asing.

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Sulistyandriatmoko menambahkan, jaringan itu telah beberapa kali menyelundupkan narkoba dari Tiongkok ke Indonesia melalui jalur laut. Menurutnya, ada bandar besar di Taiwan yang mengendalikan jaringan itu.

"Yang sedang kami kembangkan gudangnya ini di mana. Nggak mungkin dari Tiongkok cuma bawa segitu, pasti ada lainnya. Nah, sekarang yang kami lagi cari gudangnya itu," kata Sulis.(tan/jpnn) 


Sindikat narkoba Taiwan memasukkan sabu-sabu asal Tiongkok ke Indonesia melalui Surabaya. Ada 51,4 kilo sabu-sabu yang disembunyikan di dalam mesin.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News