Gunung Agung Erupsi

Biarkanlah Gunung Agung Bekerja, Nikmati dari Tempat Aman

Biarkanlah Gunung Agung Bekerja, Nikmati dari Tempat Aman
Banyak turis asing yang negaranya tak punya gunung api, sengaja ke Bali melihat fenomena langka. Foto: Instagram

jpnn.com, BALI - Kondisi Gunung Agung kembali membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurai Rai Bali ditutup. Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkap, penutupan salah satu bandara tersibuk di Indonesia itu diperpanjang hingga Kamis (30/11) pukul 07.00 WITA.

"Evaluasi akan dilakukan per 5 jam. Abu vulkanik di ketinggian 25.000 feet bergerak ke selatan-baratdaya mengikuti tarikan siklon Cempaka," tulis Sutopo di Instagram, pada akun sutopopurwo, beberapa jam yang lalu.

Di akun yang sama, Sutopo juga mengunggah tulisan singkat, sedikit beropini. Dia menyimpulkan, Gunung Agung ataupun gunung api lainnya punya periode tertentu untuk meletus.

"Biarkanlah gunung bekerja. Saat gunung meletus, kita menyingkir untuk sementara waktu. Duluan mana gunungapi atau manusia di daerah situ? Nah, disitulah kita harus harmoni dengan alam," tulisnya.

Sutopo menuliskan, fenomena letusan gunung api adalah langka. Tidak semua negara punya gunung api.

"Indonesia punya 127 gunung api aktif. Saat meletus dapat dinikmati wisatawan di tempat aman. Lihat, turis asing terpesona letusan Gunung Agung di Bali. Mereka justru sangat menikmati fenomena alam yang tak mudah diperoleh apalagi dengan pemandangan alam yang menakjubkan," sebut Sutopo. (adk/jpnn)


Gunung Agung punya periode tertentu untuk meletus. Biarkanlah gunung bekerja. Saat gunung meletus, saatnya manusia harmoni dengan alam.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News