Bicara di Acara NGOPI, HNW Ungkap Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Indonesia

Bicara di Acara NGOPI, HNW Ungkap Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Indonesia
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (dua dari kanan) saat menjadi narasumber di acara Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bersama Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang dihadiri ratusan pimpinan dan anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal Jakarta Pusat, Jumat (14/7). Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengungkapkan perkembangan pendidikan Islam yang menggembirakan di Indonesia.

Dia menilai pendidikan Islam saat ini mampu bersaing dengan pendidikan umum dan diminati masyarakat.

Terbukti, dari 5 besar sekolah dengan nilai ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) tertinggi 2022, peringkat pertama diraih MAN Insan Cendekia Serpong dan nomor 4 MAN Insan Cendekia Pekalongan.

"Artinya madrasah terbukti bisa bahkan lebih unggul dari sekolah pendidikan umum. Ini harus jadi motivasi dan inspirasi untuk semua pengelola pendidikan Islam, termasuk organisasi dan guru-guru Raudhatul Athfal,” kata HNW yang akrab disapa.

HNW menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber di acara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta dan ratusan pimpinan dan anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Legislator dari Dapil DKI Jakarta II itu pun mengingatkan kesuksesan tersebut tidak datang dalam sekejap waktu.

Dia mencontohkan MAN Insan Cendekia yang didirikan BJ Habibie pada 1996 lalu.

25 tahun kemudian, upaya tersebut berbuah manis dengan terus hadirnya generasi-generasi unggul dari lembaga pendidikan tersebut.

HNW mengungkapkan peluang dan tantangan pendidikan Islam di Indonesia saat menjadi narasumber di acara NGOPI yang diselenggarakan Kanwil Kemenag DKI Jakarta

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News