Rabu, 26 September 2018 – 13:43 WIB

Bung Karno: Saat Proklamasi 17 Agustus, Indonesia Punya Apa?

Jumat, 17 Agustus 2018 – 13:55 WIB
Bung Karno: Saat Proklamasi 17 Agustus, Indonesia Punya Apa? - JPNN.COM

jpnn.com - BUNG KARNO bertanya, “pada tanggal 17 Agustus 1945, tatkala kita mengadakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, artinya tatkala kita meresmikan berdirinya Negara RI, pada waktu itu apa yang telah kita miliki?” 

Pertanyaan sang proklamator tersua dalam arsip Amanat Presiden Soekarno pada Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 5 Oktober 1966, yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
 
Saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, tandas Bung Karno, "sudahkah kita memiliki Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian? Belum!”

“Sudahkah pada waktu itu kita memiliki mata keuangan? Belum!”
 
“Sudahkah pada waktu itu kita memiliki organisasi pemerintahan? Belum!”
 
Menurut presiden pertama Indonesia, pada 17 Agustus 1945, negeri ini belum memiliki apa-apa, kecuali hanya beberapa hal.
 
“Pertama, kita telah memiliki Sang Saka bendera merah putih, yang memang telah berulang-ulang saya katakan, bahkan telah dijelaskan oleh almarhum Prof. Mr. Moh. Yamin, bahwa kita mengagungkan warna merah putih itu sejak 6.000 tahun.”
 
Dan…tentu saja semangat dan tekad kemauan untuk merdeka.
 
Soekarno bercerita, bahwa sebelum proklamasi 17 Agustus 1945, dirinya acapkali menyitir ucapan Sarojini Naidu. Seorang wanita pimpinan bangsa India.
 
“Sarojini Naidu berkata, sebelum, sebelum kita mengadakan proklamasi kemerdekaan 1945, Sarojini berkata, seribu dewa dari kahyangan tidak bisa memerdekakan suatu bangsa yang di dalam dadanya tidak berkobar-kobar keinginan dan semangat dan tekad untuk merdeka.
 
Seribu dewa dari kahyangan tidak bisa memerdekakan suatu bangsa yang di dalam dadanya tidak berkobar-kobar semangat, kemauan, tekad untuk merdeka.
 
Nah. Syukur Alhamdulillah saudara-saudara, semangat yang demikian itu kemauan yang demikian itu bersemayam di dalam dada kita, bahkan jauh sebelum kita mengadakan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.” (wow/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar