Selasa, 16 Juli 2019 – 10:01 WIB

Bupati Tolak Ujian Nasional SD

Rabu, 20 Februari 2013 – 09:45 WIB
Bupati Tolak Ujian Nasional SD - JPNN.COM

PURWAKARTA-Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, menjadi orang pertama yang mendukung penghapusan Ujian Nasional (UN) di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Menurutnya, adanya UN tidak sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan mengenai Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikas) sembilan tahun. Selain penghapusan di SD, pemberlakuan UN di SMP dan SMA menurutnya juga meski ditinjau ulang.

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Selasa (19/2) Dedi menegaskan, dari awal dirinya sangat tidak setuju dengan adanya UN. Apalagi UN ditingkat siswa SD. “Selain tidak sejalan dengan undang-undang wajib belajar pelaksanaan UN saya nilai menjadi beban para anak.  Seharusnya anak seusia SD tidak perlu diberikan beban seperti itu. Karena dunia mereka adalah dunia bermain,” tegas Dedi.

Ia pun memastikan Kabupaten Purwakata akan menjadi satu-satunya kabupaten yang pertama melakukan penyesuaian terhadap kebijakan tersebut. Apalagi sejak digulirkannya UN, orang nomor satu di Purwakarta ini menjadi salah seorang yang  pertama menentangnya.

Lebih lanjut Dedi memaparkan, ketika pemerintah menggulirkan Wajardikdas sembilan tahun, seharusnya tidak ada penyekatan antara SD dan SMP. Dalam arti, setelah peserta didik tamat mengikuti pendidikan di SD selama enam tahun tidak lantas harus ujian kelulusan dan ujian masuk SMP untuk memuluskan wajib belajar 9 tahun.

“Cukup saja peralihan dari SD ke SMP dengan pola naik kelas. Mengingat, antara SD dan SMP menjadi satu paket sembilan tahun pendidikan dasar dan negara wajib memberikan fasilitas pendidikan seperti itu ketika diamanatkan oleh konstitusi,” jelas dia.

Terkait UN bagi siswa SMA, menurut Dedi, juga tidak efektif. Seharusnya pola yang dibuat, UN disatukan dengan saringan masuk perguruan tinggi negeri.
Bagi siswa yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi tidak perlu UN, ikuti saja SMPTN. Ketika tidak lulus, bisa masuk ke perguruan tinggi swasta. Adapun yang tidak melanjutkan, tidak perlu megikuti ujian apapun. Sehingga kondisi demikian menjadikan suasana pendidikan lebih kondusif dan tidak menyulitkan siswa.(mas/man)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar