Cargill Ingin Memberi Perlindungan untuk Petani Kakao sekaligus Lingkungan

Cargill Ingin Memberi Perlindungan untuk Petani Kakao sekaligus Lingkungan
Ilustrasi petani kakao. Foto: Livinginperu/Pixabay

Cargill juga sedang dalam upaya mengidentifikasi dari mana kakao itu berasal, daerah mana yang beresiko deforestasi dan bagaimana mengurangi risiko ini melalui intervensi khusus.


Alat-alat digital ini, memberi informasi kepada koperasi dan petani kakao, seperti rencana pengembangan pertanian digital dan wawasan pasar, untuk membantu meningkatkan praktik pertanian mereka.

Selain itu, alat digital berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan petani selama krisis, seperti pandemi coronavirus.


Alat pertanian digital Cargill juga bisa memperkuat upaya sosialisasi keselamatan dari pemerintah untuk membantu mengurangi penyebaran virus di komunitas pertanian.

Sementara pesan suara juga dipergunakan untuk menjangkau sepuluh ribu petani yang tersedia dalam berbagai bahasa lokal.

Oleh karena itulah, Cargill melihat digitalisasi dapat mendorong perubahan di seluruh rantai pasokan kakao.

Informasi berharga yang dikumpulkan akan memberi dampak positif di lapangan. Untuk alasan itu, Cargill mengembangkan platform data yang luas, memiliki lebih dari 300 titik data di sepanjang rantai pasokan.

Data ini juga dipergunakan untuk menginformasikan pelanggan melalui portal pelanggan interaktif tentang bagaimana program keberlanjutan kolaboratif bermanfaat bagi petani dan komunitas mereka.

Cargill berupaya terus meningkatkan kehidupan petani dan komunitas penghasil kakao di lima negara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News