Cuaca Ekstrem, Tim SAR Nekat Terjang Badai

Cuaca Ekstrem, Tim SAR Nekat Terjang Badai
Cuaca Ekstrem, Tim SAR Nekat Terjang Badai. Foto JPNN.com
Karena kondisi gelap, pencarian dihentikan dan menunggu pagi. Namun, saat pagi, cuaca langsung memburuk. Matahari tidak muncul dan angin cukup kecang. Sekitar pukul 11.00, kapal berupaya mendekat ke KRI Banda Aceh meski dalam kondisi cuaca ekstrem untuk bergabung dengan pasukan penyelam TNI-AL.

   

Hujan turun deras sejak pukul 10.00, dan kecepatan angin tercatat 30-35 knot. Tinggi gelombang tercatat lima meter, dan jarak pandang kurang dari 500 meter. Tak urung, KN SAR Purworejo yang berukuran 60x14 meter pun terlonjak-lonjak.

   

Selain itu, Kapten kapal sampai harus menggunakan bantuan radar untuk memastikan posisi KRI Banda Aceh, karena secara visual tidak terlihat. "Kami batasi jarak dengan KRI Banda Aceh 300 meter. Lebih dekat lagi bisa berbahaya, kapal bisa menabrak," tutur Kapten KN SAR Purworejo Adil Triyanto.

   

Para penyelam pun dipindahkan menggunakan perahu motor dalam dua kali putaran. Tidak mudah memindahkan para penyelam dengan perahu motor kecil di tengah badai. Apalagi, para penyelam masih harus naik ke kapal menggunakan tangga yang dihamparkan di lambung kanan KRI Banda Aceh.

   

LAUT JAWA - Ekstremnya cuaca benar-benar dialami petugas Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) yang ada di laut Jawa. Wartawan Jawa Pos (Induk JPNN.com)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News