Daripada Lapar, Korban Gempa Jarah Truk Kontainer Bantuan

Daripada Lapar, Korban Gempa Jarah Truk Kontainer Bantuan
Seorang warga dengan hasil jarahannya berjalan di kawasan Palu Grand Mall. Foto: Adek Berry/AFP

Sementara itu, rombongan pembawa logistik BNPB dikabarkan juga jadi korban penjarahan saat hendak masuk ke Palu dari Donggala. "Truk kontainer pembawa bantuan dijarah di Donggala," beber salah seorang relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel.

Sementara itu, evakuasi terhadap korban gempa dan tsunami Donggala-Palu, Sulteng, dinilai lamban. Ratusan warga masih tertimbun reruntuhan. Korban reruntuhan Hotel Roa-roa Jl Pattimura, Kota Palu yang diperkirakan mencapai ratusan orang, juga belum dievakuasi. Sejauh ini, evakuasi hanya dilakukan kepada jenazah yang ada di jalan.

Di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, ratusan rumah hanyut. Andri, salah satu warga yang masih sempat menyelamatkan diri saat rumahnya ambruk. Namun, harta bendanya hancur. Mobil dan sepeda motor penyot tertimpa reruntuhan.

Di Palu Grand Mall (PGM), evakuasi juga belum maksimal. Korban kebanyakan terjebak di basement saat gempa dan tsunami datang. Selain itu, di salah satu kampung di Desa Biromaru, Kabupaten Sigi, nyaris tak ada korban tsunami selamat. "Masih belum ada (jenazah) didapatkan. Yang bisa selamat hanya yang masih bisa keluar dari lumpur saat tsunami," sambung Andri. (zuk/rif/fajar)


Warga korban gempa menjarah sejumlah pertokoan hingga SPBU. Mereka tidak takut, rela mati daripada kelaparan.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News