Jumat, 23 Agustus 2019 – 00:45 WIB

Dendam Perang Dunia II Menyulut Perang Dagang Korsel Vs Jepang

Selasa, 13 Agustus 2019 – 18:14 WIB
Dendam Perang Dunia II Menyulut Perang Dagang Korsel Vs Jepang - JPNN.COM

jpnn.com, TOKYO - Dua negara tetangga di kawasan Asia Timur, yakni Jepang dan Korea Selatan saat ini terlibat dalam perselisihan ekonomi yang berakar pada sejarah masa lalu.

Penyebabnya, Jepang baru-baru ini menerapkan beberapa langkah yang dapat merugikan perekonomian Korea Selatan, seperti menghapus Korea Selatan dari daftar negara-negara perdagangan pilihan dan memberlakukan kontrol pada ekspor bahan semikonduktor.

Langkah Jepang itu telah menyebabkan lonjakan harga chip memori serta memberikan efek negatif di pasar teknologi global.

Jepang mengkaim, langkah tersebut diambil karena alasan keamanan nasional. Namun sejumlah pakar meyakini bahwa langkah itu diambil Jepang sebagai balasan atas keputusan pengadilan Korea Selatan baru-baru ini mengharuskan perusahaan Jepang membayar ganti rugi kepada warga Korea yang dipaksa bekerja di pabrik-pabrik mereka selama Perang Dunia II.

BACA JUGA: Jepang dan Korsel Perang Dagang, Raksasa Teknologi Kalang Kabut

Masalah tersebut bukanlah hal yang baru. Selama beberapa dekade, kedua negara tidak sepakat tentang bagaimana Jepang seharusnya menebus masa lalu kolonialnya. Namun kegagalan Jepang menebus dosa masa lalunya semasa perang kini memberikan efek ekonomi yang akan jauh melampaui Asia Timur.

The Washington Post memuat, meski Jepang melepaskan kekaisarannya pada akhir Perang Dunia II, namun kebencian mendalam terhadapnya tetap bertahan di bekas koloni, seperti Korea. Bukan tanpa alasan, pasalnya, Jepang melakukan kekejaman yang dianggap paling mengerikan dalam sejarah, seperti perbudakan seksual ratusan ribu wanita penghibur, menggunakan warga Korea sebagai pekerja paksa dan upaya untuk memberantas budaya Korea dengan memaksa anak sekolah Korea untuk belajar bahasa Jepang.

Kemudian ketika pasukan Amerika Serikat menduduki Jepang dan Korea Selatan pada tahun 1945, rekonsiliasi antara Jepang dan para mantan korbannya bukanlah prioritas tinggi.

Sumber : RMOL.co
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar