Detik-detik Ledakan Pertama, Atap Pabrik Petasan Jebol

Detik-detik Ledakan Pertama, Atap Pabrik Petasan Jebol
Pabrik petasan dan kembang api di Kosambi Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017) meledak dan menyebabkan 47 korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka bakar. Foto: M. Jakwan/Tangerang Ekspres/JPNN.com

jpnn.com, TANGERANG - Pabrik petasan di pergudangan 99, Desa Belimbing, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, terbakar disertai ledakan, Kamis (26/10) pagi.

Setidaknya 47 orang tewas dalam tragedi terbakarnya pabrik kembang milik PT PT Panca Buana Cahaya Sukses yang berada di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi itu.

Hingga pukul 16.00 WIB, masyarakat bersama tim gabungan pemadam kebakaran (Damkar) dari Kabupaten dan Kota Tangerang terus melakukan evakuasi di balik reruntuhan reruntuhan pabrik milik Indra Liyono (40) warga Kalideres, Jakarta Barat itu.

Korban luka dan meninggal langsung diungsikan ke tiga rumah sakit terdekat. Rinciannya, 31 korban dibawa RSIA Bunda Kosambi, lima orang diungsikan ke RS Mitra Husada Tangerang sementara tujuh lainnya dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Polisi masih mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat dua pegawai Amri (23) dan Ajud (30) sedang mengerjakan pemasangan atap mes pabrik.

Tiba-tiba dari bagian produksi kembang api terdengar suara ledakan. Jarak antara saksi dan TKP sekitar 20 meter.

Ledakan itu membuat atap pabrik jebol dan mengeluarkan api.”Tiba tiba atap melayang ke atas, kami langsung lari,” ujar Amri.

Amri langsung berteriak agar rekan-rekannya yang berada di dalam segera keluar dari ruangan. Api yang sudah membesar kemudian menyambar seluruh bangunan gudang.

Ledakan itu membuat atap pabrik petasan jebol dan mengeluarkan api.”Tiba tiba atap melayang ke atas, kami langsung lari,” ujar Amri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News