Dikira Teroris, Digoda Sopir Mabuk, Akhirnya Mencium Tangan Pak Jokowi

Dikira Teroris, Digoda Sopir Mabuk, Akhirnya Mencium Tangan Pak Jokowi
TERKABUL: Sri Wahyuni berhadap-hadapan langsung dengan Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma beberapa saat sebelum presiden terbang ke Tiongkok kemarin (13/5). Foto: Bayu Putra/Jawa Pos

jpnn.com - Sri Wahyuni berjalan kaki dari rumahnya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ke Ibu Kota Jakarta. Tujuannya hanya satu, bertemu Presiden Joko Widodo. Kemarin (13/5) penantian panjang itu akhirnya terbayar lunas.

BAYU PUTRA, Jakarta

AIR mata Sri Wahyuni tumpah begitu melihat Presiden Joko Widodo keluar dari pintu ruang tunggu VVIP Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma. Dia nyaris lupa berdiri.

Baru setelah Jokowi mendatangi dan mengulurkan tangannya untuk menyalami, sontak Sri berdiri. Dia lalu mencium tangan Jokowi dengan penuh haru.

Sule –begitu Sri biasa disapa– kemarin mengenakan baju atasan putih dan rok merah muda. Perempuan 46 tahun itu memakai jilbab dengan kombinasi warna senada dengan pakaiannya.

Saat bertemu orang nomor satu di republik ini, Sri hanya mengenakan sandal jepit dengan kaus kaki sebagai alas kakinya.

Tidak lupa, dia mengenakan topi lebar yang diberi bendera Merah Putih dan tulisan, ’’Panas udan tak lakoni, sowan Pak Jokowi (panas hujan kujalani untuk bertemu Pak Jokowi, Red)’’

Pertemuan rakyat dan pemimpinnya itu terjadi sesaat sebelum Jokowi berangkat ke Beijing, Tiongkok. ’’Saya 13 hari berjalan kaki dari desa saya (di Sragen) untuk bertemu Pak Jokowi,’’ tuturnya kepada Jokowi.

Sri Wahyuni berjalan kaki dari rumahnya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ke Ibu Kota Jakarta. Tujuannya hanya satu, bertemu Presiden Joko Widodo.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News