Diplomasi Menjual Bahasa Indonesia Mendapat Momentum Menjelang Kunjungan Paus Fransiskus

Diplomasi Menjual Bahasa Indonesia Mendapat Momentum Menjelang Kunjungan Paus Fransiskus
CENDERA MATA: Dewan Pembina PWKI AM Putut Prabantoro (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Presiden Dikasteri Komunikasi Vatikan Dott. Paolo Ruffini di kantor Dikasteri Komunikasi Vatikan, Kota Vatikan, Rabu (17/4). Foto: PWKI/Gora Kunjana

“Jangan sampai bahasa Indonesia hanya menjadi tuan di kampung sendiri, sementara orang luar sebetulnya tidak terlalu menganggap itu penting," ujarnya.

Algooth mendapati, meskipun sudah menjadi bahasa resmi di UNESCO, bahasa Indonesia yang digunakan banyak individu ternyata belum menjadi salah satu bahasa yang disajikan oleh Vatican News yang multilingual. Vatican News adalah media resmi di Takhta Suci Vatikan.

“Vatican News sebagai bagian dari Dicastery for Communication Vatikan yang sudah berusia ratusan tahun melihat bahasa Indonesia belum sebagai hal yang penting, sehingga justru bahasa Melayu yang mereka pilih. Ini menjadi perhatian penuh Dubes Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Trias Kuncahyono,” tuturnya. (*/jpnn)

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi ke-10 yang diakui oleh Majelis Umum UNESCO.


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News