Dirjen Bina Marga: Program PKT Serap 230 Ribu Tenaga Kerja

Dirjen Bina Marga: Program PKT Serap 230 Ribu Tenaga Kerja
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat alokasi sebesar Rp 6,69 triliun untuk program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) pada TA 2021. Foto: Kementerian PUPR

Program PKT Bidang Jalan dan Jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami penambahan jumlah pengangguran akibat dampak Pandemi di daerah-daerah padat penduduk terutama Pulau Jawa, Bali, NTB, dan Sumatera.

Dia menegaskan salah satu fokus pekerjaan PKT bidang jalan dan jembatan yang dilaksanakan adalah kegiatan revitalisasi drainase jalan.

"Pembenahaan drainase sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ruas jalan penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional," jelas Hedy Rahadian.

Saat ini progres penyaluran anggaran PKT revitalisasi drainase jalan sudah sebesar 73 persen dengan anggaran sebesar Rp 1,02 triliun dari alokasi sebesar Rp 1,4 triliun.

"Sedangkan untuk progres penyerapan tenaga kerjanya sudah sebanyak 53.912 orang dari target 59.948 orang," katanya.

Hedy Rahadian juga mengatakan pembangunan drainase pada ruas jalan nasional sangat mendesak dilakukan mengingat sifat aspal yang mudah rusak apabila terendam air.

"Daya rusak jalan akan meningkat empat kali lipat bilamana melintas kendaraan dengan muatan melebihi batas maksimal (tonase)," jelas Hedy Rahadian.

Adapun total alokasi anggaran PKT sebesar Rp 6,69 triliun tersebut juga diperuntukkan untuk program padat karya rutin jalan sebesar Rp 1,26 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan pihaknya mendapat alokasi sebesar Rp 6,69 triliun untuk program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) pada TA 2021.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News