JPNN.com

Disertasi Kurnadi Gularso: Startups Harus Terapkan Paradigma Baru dalam Bisnis

Selasa, 09 April 2019 – 08:14 WIB Disertasi Kurnadi Gularso: Startups Harus Terapkan Paradigma Baru dalam Bisnis - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Bina Nusantara mengukuhkan Kurnadi Gularso sebagai doktor. Ini setelah Kurniadi dinyatakan lulus dengan nilai sangat memuaskan dalam sidang akademik Ujian Promosi Doktor Ilmu Manajemen.

Dalam disertasinya yang berjudul Peran Inovasi Model Bisnis yang Disruptif dalam Mencapai Keunggulan Transien dengan Moderasi Ikatan Komunitas, Studi pada Usaha Rintisan Digital di Indonesia, Kurnadi menyebutkan fenomena bisnis yang ada saat ini dapat dibagi menjadi tiga hal.

Pertama, disrupsi bisnis di mana-mana. Kedua, lingkungan bisnis bersifat VUCA (volatile/bergejolak, uncertain/tidak menentu, complex/kompleks/rumit, ambiguous/tidak jelas). Ketiga, tingkat kegagalan bisnis digital (tech) startups yang relatif tinggi (hingga mencapai 90%).

"Nah, di dalam menghadapi lingkungan bisnis yang bersifat VUCA tersebut, digital (tech) startups Indonesia – selanjutnya disebut startups – harus menerapkan paradigma baru dalam bisnis yaitu berhenti memakai strategi sustainable competitive advantage (keunggulan bersaing yang berkelanjutan) dan beralih ke strategi rangkaian transient advantages (keunggulan yang bersifat sementara) agar bisnisnya bertahan hidup dan bahkan secara kontinyu tumbuh dengan signifikan," beber Kurniadi dalam sidang disertasi yang dipimpin Prof. Ir. Bahtiar Saleh Abbas, M.Sc., Ph.D di Kampus Anggrek Binus, Senin (8/4).

Kurniadi memaparkan, studi ini menyarankan, startups perlu menerapkan disruptive business model innovation (DBMI) atau inovasi model bisinis yang bersifat disruptif untuk mencapai transient advantages. Studi ini menyimpulkan, bahwa dalam rangka implementasi DBMI, startups memerlukan prasyarat yang harus dimilikinya.

Pertama, founder/C-Level dari startups harus memiliki critical thinking dan entrepreneurial mindset dengan selalu mencari dan menciptakan peluang baru.

Kedua, fokus pada users/customers dengan mengelola stakeholder (pemangku kepentingan) terpilih yang terkait dengan tujuan startups. Ketiga, organisasi harus memiliki dan selalu meningkatkan kapabilitas merekonfigurasi ulang secara kontinyu (continuous reconfiguration capabilities) sumber dayanya baik sumber daya internal yang dimiliki sendiri maupun sumber daya eksternal melalui kolaborasi.

BACA JUGA: Menteri Nasir Ingatkan Sarjana Jangan Ngebet jadi PNS

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...