Disertasi Kurnadi Gularso: Startups Harus Terapkan Paradigma Baru dalam Bisnis

Disertasi Kurnadi Gularso: Startups Harus Terapkan Paradigma Baru dalam Bisnis
Kurnidi Gularso resmi dikukuhkan sebagai doktor ilmu manajemen dalam sidang disertasi yang dipimpin Prof. Ir. Bahtiar Saleh Abbas, M.Sc., Ph.D di Kampus Anggrek Binus. Foto: Mesya/JPNN.com

Kapabilitas merekonfigurasi ulang sumber daya secara kontinyu tersebut menjadi prasyarat tidak hanya dalam kesuksesan menerapkan transformasi inovasi tapi juga dalam rangka scaling up bisnis sehingga bisnis mencapai transient advantage dengan efektif dan efisien.

Sementara itu untuk meningkatkan pencapaian transient advantage, startups perlu menerapkan community engagement (ikatan komunitas) dengan komunitas-komunitas terkait dengan tujuan startups seperti komunitas users/customers, partners atau mitra baik mitra pendanaan maupun mitra operasi, serta komunitas founders.

Adapun kebaruan studi ini adalah, penerapan disruptive business model innovation (DBMI) atau inovasi model bisnis yang disruptif sebagai initiator atau disruptor pada startups Indonesia, alternatif implementasi alternatif dari dynamic capabilities berupa continuous reconfiguration capability, stakeholder management, dan strategic orientation (entrepreneurship, market, dan technology) dan alternatif penerapan pedoman McGrath dalam mencapai transient advantages.

Ikatan komunitas (community engagement) tetap diperlukan oleh startups untuk meningkatkan kinerja inovasi agar mencapai transient advantage.

Dalam disertasinya, mantan Corporate Secretary Adi Karya ini memberikan sejumlah masukan bagi kebijakan pemerintah. Di antaranya, pemerintah perlu menetapkan satu definisi startups yang dipahami bersama (mengacu pada KBLI/Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) agar efektif dalam mengelola dan memperlakukannya.

Pemerintah diharapkan berkontribusi pada pembangunan ekosistem yang mendukung pertumbuhan startups termasuk pembangunan infrastruktur dan regulasi yang diperlukan institusi. Pemerintah sebaiknya terkoordinasi menjadi satu pintu dalam menumbuhkembangkan startups dan ekosistemnya.

"Menerapkan berbagai program akselerator seperti insentif pajak, subsidi dalam pembinaan, dan menjembatani pencarian dengan investor penting untuk mendorong Startups," tandasnya. (esy/jpnn)

Kurnadi Gularso resmi dikukuhkan sebagai doktor ilmu manajemen dalam sidang disertasi di kampus Bina Nusantara alias Binus.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News