Penataan KSPN Labuan Bajo Ditargetkan Selesai 2020, Ini Rincian Anggarannya

Penataan KSPN Labuan Bajo Ditargetkan Selesai 2020, Ini Rincian Anggarannya
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memakan dana Rp 1,3 triliun pada tahun ini.

Anggaran tersebut lebih besar dari tahun 2019 sebesar Rp 83,2 miliar.

"Kementerian PUPR sudah membuat program terpadu untuk pengembangan KSPN Labuan Bajo dari seluruh sektor, mulai peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan, penyediaan sumber daya air, pemukiman, dan perumahan," kata Basuki dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (11/9).

Basuki menambahkan, anggaran untuk pembangunan infrastruktur Labuan Bajo akan terserap 100 persen hingga akhir tahun ini.

"Target penyerapan anggaran ini sejalan dengan rencana penyelesaian pembangunan fisik infrastruktur KSPN Labuan Bajo pada Desember 2020," katanya.

Anggaran sebesar Rp 1,3 triliun digunakan untuk penataan kawasan sejumlah destinasi pariwisata melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya sebesar Rp 646,3 miliar.

Penataan tersebut terbagi untuk Kawasan Puncak Waringin Rp 18,2 miliar dengan progres 50,68 persen, pengembangan kawasan Goa Batu Cermin sebesar Rp 27,5 miliar dengan progres 40 persen, Pulau Rinca meliputi pembangunan dermaga sebesar Rp 47 miliar, dan fasilitas penunjang wisata sebesar Rp 50 miliar.

"Beberapa pekerjaan yang baru mulai adalah penataan kawasan Marina sudah ada kontraknya. Kemudian Pulau Rinca baru mulai dan sudah ada UPL/UPK (Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan)," tutur Basuki.

Rata-rata progres fisik peningkatan jalan dan jembatan di Labuan Bajo mencapai 60 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News