JPNN.com

Dukung APNI Tolak Kebijakan Pemerintah Setop Ekspor Bijih Nikel

Selasa, 03 September 2019 – 05:05 WIB Dukung APNI Tolak Kebijakan Pemerintah Setop Ekspor Bijih Nikel - JPNN.com
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet menerima pengurus APNI, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin (2/9/19). Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia mendukung penolakan atas kebijakan pemerintah melarang ekspor bijih nikel. Alasannya, larangan ekspor bijih nikel akan membuat pengusaha nasional yang bergerak di bidang pertambangan terancam bangkrut.

Salah satu yang bakal terkena imbas kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu adalah Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI). Bahlil mengatakan kebijakan pemerintah memajukan larangan ekspor bijih nikel dari 2022 menjadi 2020 patut dipersoalkan.

“Kenapa Kementerian ESDM tiba-tiba mengeluarkan aturan pelarangan ekspor di saat seperti sekarang ini. Setahu saya peraturan pemerintah terkait ekspor bahan baku nikel ini berlaku hingga tahun 2022, ada apa ini?" ujar Bahlil di Jakarta, Senin (2/9).

BACA JUGA: Bamsoet: Kementerian ESDM Tak Perlu Mempercepat Larangan Ekspor Nikel

Menurut Bahlil, selama ini pengusaha nikel sudah menunjukkan iktikad baik untuk membangun smelter. Ada pembangunan 31 smelter yang progresnya sudah mencapai 30 persen.

Karena itu Bahlil mempersoalkan kebijakan Kementerian ESDM yang menurutnya bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Pengusaha muda yang menjadi anggota tim pemenangan Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin itu menduga ada permainan di balik kebijakan Kementerian ESDM.

“Permen (Peraturan Menteri ESDM, red) tidak boleh menggugurkan aturan di atasnya. Ada apa dibalik semua ini?” ucap Bahlil.

Sebelumnya APNI mendatangi gedung DPR RI, Kamis (29/8). Tujuan kedatangan mereka adalah menyampaikan keberatan atas kebijakan pemerintah tentang tata niaga nikel.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...