Fajar Sadboy & Pengemis Digital

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Fajar Sadboy & Pengemis Digital
Seorang ibu warga Desa Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mandi lumpur untuk mengisi konten live di TikTok demi menghasilkan donasi digital. Foto: TikTok/ @intan_komalasari92

Karena itu, mengemis adalah tindakan yang dianggap aib karena merusak kehormatan. Kemiskinan bukan untuk dipertontonkan, tetapi harus disembunyikan untuk menjaga martabat diri dan keluarga.

Dari perspektif ekonomi yang positifistik, seharusnya ada korelasi positif antara kebahagiaan dan kesejahteraan ekonomi. Seharusnya ada korelasi antara kebahagiaan dan kesuksesan.

Negara-negara paling bahagia di dunia ialah negara-negara Skandinavia. Ekonomi mereka bagus, tingkat pemerataannya juga baik, dan dari sisi pendapatan per kapita termasuk negara maju yang makmur sehingga pada akhirnya masyarakatnya paling bahagia di dunia.

Fenomena mandi lumpur di platform digital adalah produk disrupsi digital yang membawa perubahan sosial dan budaya. Mengemis dan mengeksploitasi kemiskinan bukan lagi aib, malah sebaliknya menjadi hiburan dan kegembiraan.(***)


Berita Selanjutnya:
Sipon

Fenomena mandi lumpur di platform digital adalah produk disrupsi digital. Mengemis dan mengeksploitasi kemiskinan bukan lagi aib, tetapi menjadi hiburan.

Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News